JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan perikanan serta pangan, Edhy Prabowo menilai Kementerian Pertanian (Kementan) telah mampu beradaptasi terhadap perkembangan era transparansi informasi dan mengimplementasikannya sesuai kebutuhan. Maka tidak mengherankan bila Kementan dijadikan rujukan negara lain untuk mengadopsi sistem pengelolaan informasi dan diseminasi.
"Kan catatan prestasi Kementan yang menyangkut soal ketebukaan informasi publik sudah teruji. Lihat saja deretan penghargaan yang diberikan ke Kementan," ujarnya di Jakarta pada Senin (8/7/2019).
Edhy mencontohkan, salah satu sistem transparansi yang diterapkan Kementan adalah tentang dilibatkannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi kinerjanya, seperti lelang dan distribusi mesin pertanian.
Edhy mengatakan, sistem penerapan seperti itu adalah cara yang baik sebab memudahkan semua pihak, dan tidak hanya berdasarkan klaim Kementan untuk menilai hasil kerjanya.
Lainnya, ucap Edhy, keinginan negara lain belajar pengelolaan informasi dan diseminasi kepada Kementan merupakan sebuah kebanggaan. Sebab hal itu membuktikan ke di dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang jujur dan terbuka untuk memperoleh hasil kerja.
Sementara belum lama ini Kementan Bangladesh menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari sistem desiminasi informasi dan manajemen kepada Kementan RI. Pimpinan perwakilan Delegasi Kementan Bangladesh, Rezaul Islam mengakui kemajuan pengelolaan informasi pertanian dan strategi komunikasi Indonesia.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.