nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terciduk Rekam Wanita Tanpa Izin, Pembawa Berita Korea Selatan Mengundurkan Diri

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 09:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 18 2077233 terciduk-rekam-wanita-tanpa-izin-pembawa-berita-korea-selatan-mengundurkan-diri-8uCT0N1xGb.jpg Kim Sung-joon merupakan presenter utama stasiun TV SBS. Foto/SBS/Daily Mail

SEOUL - Seorang pembawa berita Korea Selatan mengundurkan diri setelah terciduk memotret dan memfilmkan seorang wanita tanpa izin.

Presenter Kim Sung-joon memohon maaf setelah polisi menangkapnya di sebuah stasiun KRL di Seoul.

Penumpang lain melihat Kim sedang merekam secara diam-diam lalu memberi tahu polisi, menurut kantor berita Yonhap.

Polisi mengatakan Kim pada awalnya membantah mengambil foto tetapi mereka kemudian menemukan foto wanita itu ada di teleponnya.

Pria 55 tahun kini telah meninggalkan pekerjaannya sebagai penyiar TV nasional SBS.

"Saya minta maaf karena meninggalkan bekas luka permanen di hati korban," kata Kim dalam sebuah pernyataan.

"Aku juga ingin meminta pengampunan dari semua orang di SBS, bekas tempat kerjaku, karena menyebabkan masalah."

Baca Juga1.600 Tamu Hotel Direkam Secara Ilegal di Korea Selatan dan Disiarkan Langsung

Baca JugaKasus Pornografi Lewat Kamera Pengintai Jadi Wabah Di Korea Selatan

Menurut kantor berita Korea, ia adalah presenter utama program berita unggulan SBS hingga Mei 2017 dan kemudian bekerja sebagai penulis.

Foto/AFP

Korea Selatan memiliki masalah serius dengan kamera mata-mata dan pembuatan film ilegal.

Pada 2017, lebih dari 6.400 kasus pembuatan film ilegal dilaporkan ke polisi. Angka tersebut naik jika dibandingkan pada tahun 2012 dengan 2.400 kasus.

Tahun lalu, puluhan ribu wanita menggelar aksi demo dengan turun ke jalan-jalan di Seoul dan kota-kota lainnya untuk memprotes praktik tersebut.

Menanggapi maraknya perekaman secara ilegal, pemerintah Korea Selatan membentuk pasukan khusus pengawas perempuan, yang menginspeksi sekitar 20.000 toilet umum di kota itu untuk mencari kamera mata-mata.

Terbaru, setidaknya 1.600 orang direkam secara ilegal ketika menginap di hotel di Korea Selatan, yang nantinya disiarkan langsung di internet.

Situs yang menyiarkan rekaman itu memiliki lebih dari 4.000 anggota, 97 di antaranya membayar USD44,95 atau setara Rp620 ribu per bulan.

Para member berbayar mendapat layanan tambahan, yakni bisa memutar ulang rekaman.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini