nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Kepri Diduga Terima Suap Izin Reklamasi Sebesar 11.000 Dolar Singapura & Rp45 Juta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 22:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077812 gubernur-kepri-diduga-terima-suap-izin-reklamasi-sebesar-11-000-dolar-singapura-rp45-juta-nczhwCOk0F.jpg Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK).

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dollar Singapura dan Rp45 Juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

‎"NBA diduga menerima uang dari ABK baik secara langsung maupun melalui EDS dalam beberapa kali kesempatan," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Basaria
(FOTO: Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan/Okezone)

Baca Juga: KPK Sita 6 Mata Uang dari Rumah Dinas Gubernur Kepri

Nurdin awalnya menerima 5.000 Dollar Singapura dan Rp45 Juta pada 30 Mei 2019. Pasca-penerimaan uang tersebut, terbit izin prinsip reklamasi untuk Abu Bakar dengan besaran luas area 10,2 hektar.

Nurdin kembali menerima tambahan uang sejumlah 6.000 Dollar Singapura dari Abu Bakar pada 10 Juli 2019. Uang tersebut diserahkan Abu Bakar melalui Budi Hartono.

Nurdin diduga bukan hanya menerima suap terkait izin reklamasi. Politikus NasDem tersebut disinyalir menerima sejumlah gratifikasi yang bertentangan dengan jabatannya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini