nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Latihan Hot Drill, Ledakan Pesawat di Bandara Sepinggan Tewaskan 23 Orang

Jum'at 12 Juli 2019 13:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 12 1 2078000 latihan-hot-drill-ledakan-pesawat-di-bandara-sepinggan-tewaskan-23-orang-wVqzIqujd0.jpg Pembukaan latihan hot drill di Bandara Sepinggan (Foto: Angkasa Pura I)

BALIKPAPAN – Dalam rangka mengkaji dan mengevaluasi prosedur operasi dalam Airport Emergency Plan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan menggelar latihan hot drill.

Kegiatan hot drill tersebut melibatkan 171 personel gabungan. Selain dari PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan, pihak eksternal yang terlibat yakni otoritas bandara, Perum LPPNPI, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS Auri, Puskesmas Sepinggan, Polsek Kawasan Bandara, Basarnas, BPDB dan Ground Handling.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Farid Indra Nugraha, yang membuka kegiatan hot drill. “Latihan hot drill di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan kami gelar sebagai langkah antisipasi jika ada keadaan darurat. Untuk itu kami melatih kemampuan personel sesuai tugas dan fungsi masing-masing mencakup fungsi komando, koordinasi dan komunikasi antar unit terkait, serta uji handal terhadap berbagai fasilitas," urainya.

Kegiatan hot drill kali ini menyimulasikan pesawat mendarat di Runway 25. Ketika mendarat, roda pesawat menyentuh landasan melewati touchdown zone (beyond touchdown zone) dengan kecepatan masih tinggi sehingga pesawat swing ke kiri. Pilot berusaha mengurangi kecepatan dengan reverse thrust namun pesawat keluar dari landasan (runway excursion) menyebabkan pesawat terbakar dan meledak terpecah menjadi beberapa bagian.

Dalam simulasi tersebut terdapat 23 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka dan 16 orang selamat termasuk crew pesawat. Farid mengungkapkan pada latihan hot drill, bersinergi dengan stakeholder terkait untuk makin memantapkan koordinasi dalam penanganan darurat.

“Kami bersinergi antar-instansi menanggulangi keadaan darurat melalui anggota komite yang dibentuk, memiliki tanggung jawab menghadapi situasi genting yang tidak dapat diprediksi. Saya berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat membantu kegiatan ini sehingga berjalan lancar," ujarnya.

Sebelum kegiatan hot drill, terlebih dahulu dilakukan table top exercise yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan. Kegiatan ini merupakan simulasi strategi yang dilakukan untuk menguji kemampuan personel dalam mengambil keputusan sehubungan dengan kegiatan pertolongan dan pemadaman kebakaran yang mungkin dilakukan sebelum latihan di lapangan.

Pelaksanaan hot drill di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dilakukan dua kali setahun. Ini wujud komitmen bahwa pengelola Bandar Udara wajib memiliki Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat (Airport Emergency Plan) sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 479 Tahun 2015 tentang Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini