“Kami bersinergi antar-instansi menanggulangi keadaan darurat melalui anggota komite yang dibentuk, memiliki tanggung jawab menghadapi situasi genting yang tidak dapat diprediksi. Saya berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat membantu kegiatan ini sehingga berjalan lancar," ujarnya.
Sebelum kegiatan hot drill, terlebih dahulu dilakukan table top exercise yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan. Kegiatan ini merupakan simulasi strategi yang dilakukan untuk menguji kemampuan personel dalam mengambil keputusan sehubungan dengan kegiatan pertolongan dan pemadaman kebakaran yang mungkin dilakukan sebelum latihan di lapangan.
Pelaksanaan hot drill di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dilakukan dua kali setahun. Ini wujud komitmen bahwa pengelola Bandar Udara wajib memiliki Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat (Airport Emergency Plan) sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 479 Tahun 2015 tentang Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.