Pulang dari Tanah Suci Jamaah Haji Diiringi 40 Malaikat?
Ribuan CJH asal provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia" diperkirakan akan kembali ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2019. Kepulangan dari jamaah haji tersebut tidak terlepas mitos yang dipercaya masyarakat Indonesia. Khususnya, Bengkulu.
Konon, jamaah haji dari Tanah Suci tersebut membawa keajaiban usai menunaikan ibadah yang telah dijalankan tidak kurang dari 40 hari tersebut. Tidak heran banyak yang menunggu kepulangan jamaah haji.
Lantas apa keajaiban jamaah haji usai menunaikan ibadah di tanah suci? Salah satunya, diikuti 40 malaikat? Konon, mereka dipercaya masih diikuti malaikat selama 40 hari. Tak heran masyarakat berduyun-duyun untuk menyambut kepulangan dari jamaah haji.

Masyarakat suku Lembak di Kota Bengkulu, misalnya. Keyakinan kedatangan 40 malaikat ke kediaman jamaah haji tersebut diketahui cerita terdahulu dari orangtua Suku Lembak secara turun menurun.
Di mana jamaah haji yang baru pulang itu belum boleh turun dari rumah selama 40 hari. Baik kaum adam maupun kaum hawa. Terkecuali, hari Jumat untuk menunaikan ibadah salat Jumat di masjid bagi kaum Adam.
Keyakinan kedatangan 40 malaikat itu ditandai dengan adanya perubahan bagi jamaah haji. Ketika sebelum berangkat dan sesudah berangkat dari Tanah Suci. Di mana jamaah haji telah meninggalkan segala hal yang dilarang agama serta lainnya.
Lalu, jamaah haji juga lebih taat beribadah setiap hari dibandingkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mereka disebut Haji Mabrur. Masyarakat juga percaya dalam 40 hari itu setiap hari malaikat selalu pulang atau pergi satu per satu.
Tokoh Agama Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, H. Fachruddin, HN mengatakan, jamaah haji yang diiringi 40 malaikat tersebut tidak semua jamaah haji.
Kedatangan malaikat tersebut, sampai bapak dari tiga orang anak ini, dipercaya ketika jamaah haji pulang dari Tanah Suci akan merasakan sesuatu perubahan dalam diri mereka. Misalnya, lebih taat beribadah, tidak berbuat atau menjauhi segala larangannya.
Perubahan secara drastis itu ketika mereka akan dialami setelah pulang dari Tanah Suci atau ketika jamaah belum menjadi tamu Allah SWT.
"Ini merupakan keyakinan. Ketika pulang dari naik haji jamaah akan mengalami perubahan lebih baik. Ketika perubahan itu dialami jamaah haji, maka disebut haji Mabrur," kata Fachruddin, ketika ditemui Okezone di kediamannya.
Namun, saat ini jamaah haji sudah keluar rumah sebelum 40 hari paska pulang dari Tanah Suci. Tak lagi berdiam diri di rumah, karena kepercayaan orangtua terdahulu.
"Sudah tidak lagi dilakukan. Pada tahun sebelumnya, jamaah yang baru pulang dari tanah suci sudah beraktivitas di luar rumah seperti biasa sebelum 40 hari," jelas Fachruddin.