Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Wali Batal Berhaji karena Orang Memasak Bangkai

Taufik Budi , Jurnalis-Sabtu, 13 Juli 2019 |13:32 WIB
Kisah Wali Batal Berhaji karena Orang Memasak Bangkai
Ilustrasi.
A
A
A

SEMARANG - Berhaji ke Tanah Suci Makkah menjadi ibadah yang berbeda di antara lima Rukun Islam. Selain memiliki fisik yang kuat, juga dibutuhkan biaya besar terlebih bagi warga yang tinggal jaih dari Arab Saudi.

Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, KH Muhammad Shofy Al Mubarok, menekankan pentingnya memelihara niat baik untuk berhaji. Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan, bisa jadi pahala niat akan lebih besar daripada ibadah yang dijalankan.

"Misalnya niat baik dalam berhaji itu akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Sementara yang melaksanakan ibadah haji tapi dengan niat yang tidak baik, maka pahala ibadah hajinya justru akan kalah dengan niat yang tidak baik tadi," ujarnya.

Dia pun mengisahkan tentang seorang wali yang bersiap melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Dalam perjalanan, sang wali bertemu dengan seseorang yang tengah memasak. Setelah didekati, ternyata orang tersebut memasak bangkai.

"Kenapa engkau memasak bangkai? Tidak tahukah engkau bahwa makan bangkai itu haram?" tanya sang wali kepada orang tersebut.

"Ini haram untuk anda, tapi halal bagi saya," jawab orang itu.

Infografis

"Bagaimana bisa halal untuk anda, sedangkan haram bagi saya?" sang wali kembali bertanya.

"Saya terpaksa makan bangkai ini karena tidak memiliki harta dan makanan apapun. Sedangkan anda memilki harta untuk membeli makanan jadi haram makan bangkai," jelas orang tersebut.

Setelah mendengar penjelasan itu, sang wali lantas memberikan seluruh harta yang dibawa kepada orang tersebut. Dia memilih pulang ke rumah dan batal berangkat ke Makkah, karena tak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan.

"Kemudian wali ini memang pulang. Hingga setelah selesai masa berhaji, tetangga dan kenalannya turut pulang dari Makkah. Lha tetangga atau kenalannya itu malah bilang kalau selama di Makkah melihat sang wali turut beribadah haji," kata Shofy.

"Ini menunjukkan niat yang tulus dari wali tersebut untuk berhaji telah didengar Allah SWT. Meski tidak jadi berangkat, tapi orang lain bisa melihatnya beribadah haji di Makkah," lugas dia.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement