nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivis hingga Pedagang Mie Ayam di Tangsel Kumpulkan Donasi untuk Guru Rumini

Hambali, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 03:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 13 338 2078290 aktivis-hingga-pedagang-mie-ayam-di-tangsel-kumpulkan-donasi-untuk-guru-rumini-fQZ8D4CwJb.jpg Rumini, Guru Honorer yang Dipecat Gara-Gara Bongkar Pungli di SDN Pondok Pucung 02, Pondok Aren, Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Kasus pemecatan yang dialami Rumini (44), mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 02, telah menjadi perbincangan luas masyarakat. Bahkan, pengakuan dia yang menyebut handphone (HP)nya eror dan rusak akibat disadap, banyak pula mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Aksi simpati publik terhadap Rumini itu kini mengalir berupa pengumpulan donasi. Beberapa WhatsApp Group yang tersebar luas, terang-terangan menggalang dukungan untuk guru yang dipecat usai membongkar adanya pungli di SD negeri di Tangesel itu.

Baca Juga: Dipecat karena Ungkap Pungli, Ini Pesan "Cinta" Guru Rumini untuk Airin 

Rumini, Guru Honorer yang Dipecat Gara-Gara Bongkar Pungli di SDN Pondok Pucung 02 (foto: Hambali/Okezone)

Menariknya, dalam aksi penggalangan donasi turut bergabung pula sejumlah kalangan, dari aktivis, LSM, hingga pedagang mie ayam. Mereka kompak mengumpulkan nama dan nominal donasi.

"Saya mengikuti kasusnya dari awal waktu mencuat itu, kan ramai di-share di grup-grup dan sosmed. Kemarin kebetulan ada yang usul untuk urunan, yaudah saya ikut, ikhlas sih saya, karena tujuannya bagus, membongkar Pungli di sekolah. Anak-anak saya sendiri mengalami (Pungli) di sekolahnya," ucap Hendra (41), pemilik kedai mie ayam yang tergabung dalam WhatsApp Group "Tangsel Bicara" kepada Okezone, Jumat (12/7/2019).

Hingga sore hari sekira pukul 15.00 WIB, donasi itu masih terus mengalir. Rencananya mereka akan langsung membelikan handphone dan menyerahkannya kepada Rumini pada Minggu 14 Juli 2019. Diharapkan, bantuan handphone dapat mempermudah koordinasi Rumini terkait Pungli yang diungkapnya.

"Dari info rekan-rekan media ketika berkunjung ke kediaman Rumini, dia sulit berkomunikasi karena handphonenya eror serta sudah tidak dapat digunakan lagi. Teman-teman aktivis tergerak untuk membantu Rumini dengan cara sumbangan sukarela untuk membelikan Rumini handphone," ucap Edi Rusli, aktivis yang ikut menggalang dukungan bagi Rumini.

Baca Juga: Menguak Sisi Lain Guru Rumini di Mata Wali Murid SDN Pondok Pucung 02 Tangsel 

Sebelumnya, dukungan bagi apa yang disampaikan Rumini terkait Pungli telah direspon kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Para mahasiswa menggelar demonstrasi seraya membawa keranda peti mati di depan kantor Wali Kota Airin Rachmi Diany, Kamis 11 Juli 2019, kemarin.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak agar Airin bersikap tegas menuntaskan praktik Pungli ataupun penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Mereka meyakini, Pungli dalam dunia pendidikan di Tangsel telah berlangsung sejak lama.

Rumini, Guru Honorer yang Dipecat Gara-Gara Bongkar Pungli di SDN Pondok Pucung 02 (foto: Hambali/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini