Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemimpin Hizbullah: Israel Akan Ikut Diserang, Jika Terjadi Perang AS-Iran

Agregasi VOA , Jurnalis-Minggu, 14 Juli 2019 |01:09 WIB
Pemimpin Hizbullah: Israel Akan Ikut Diserang, Jika Terjadi Perang AS-Iran
Pemimpin Hizbullah Lebanon, Sheik Hassan Nasrallah (foto: AP/VOA)
A
A
A

LEBANON - Pemimpin Hizbullah Lebanon yang didukung Iran mengatakan hari Jumat 12 Juli 2019 bahwa sekutu AS, Israel tidak akan menjadi "pihak netral" jika terjadi perang antara Amerika dan Iran.

"Iran bisa menyerang Israel dengan keganasan dan kekuatan," kata Hassan Nasrallah dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi Hizbullah, Al-Manar.

Baca Juga: Mereduksi Ketegangan AS-Iran Melaui Jalur Diplomasi 

Pernyataannya itu disampaikan setelah meningkatnya ketegangan berminggu-minggu antara Amerika dan Iran, ketika Presiden AS Donald Trump melontarkan perang kata-katanya dengan negara Republik Islam itu.

"Kalau Amerika memahami bahwa perang ini dapat melenyapkan Israel, mereka akan mempertimbangkan kembali," kata Nasrallah.

"Tanggung jawab kita bersama di wilayah ini adalah bekerja untuk mencegah Amerika berperang dengan Iran," katanya.

Dia mengatakan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak tertarik pada konflik yang meledak.

Baca Juga: Iran Mengadu ke PBB soal Pesawat Tanpa Awak Amerika Serikat 

DPR Amerika hari Jumat melakukan pemungutan suara dan memutuskan untuk membatasi kemampuan Trump menyerang Iran. DPR AS menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan Trump yang tanpa kompromi akan memicu perang yang tidak perlu.

Hizbullah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika, dan merupakan satu-satunya faksi yang tidak dilucuti setelah perang saudara Lebanon 1975-1990.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement