LAMPUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu percepatan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi melalui Program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Upsus Pajale) di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Percepatan ini merupakan tindak lanjut hasil Rakor Upsus Pajale dalam rangka waspada kekeringan, percepatan tanam pada wilayah yang masih cukup air, keterlibatan petugas lapang dalam pendampingan percepatan tanam, menyediakan benih-benih yang adaptif kekeringan, serta penerapan teknologi efisiensi dan pemanfaatan irigasi.
Program Upaya Khusus (Upsus) diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan. Sebagai implementasinya, percepatan LTT ditempuh melalui beberapa strategi untuk menggenjot produksi padi. Yaitu mengoptimalkan lahan yang ada yang semula ada hambatan terbatas ketersediaan airnya, maka pemerintah dalam hal ini Kementan mendukung dan mendorong percepatan tanam melalui sarana dan prasarana pertanian mulai dari pengolahan tanah sampai dengan budidaya dan pasca panen, serta mendorong percepatan tanam melalui pemanfaatan optimalisasi lahan kering.
Untuk melancarkan program ini, Kementan kemudian mengupayakan ketersediaan benih unggul bersertifikat. Benih unggul yang disediakan tersebut berupa varietas Inpari 42, Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 33.
Sementara untuk percepatan tanam, Kementan mendorong dilakukan dengan sistem tanam benih langsung (Tabela) padi gogo.
Lalu dalam rangka pemanfaatan lahan kering, saat ini sedang dilakukan verifikasi data kelompok tani (poktan) calon penerima calon lokasi (CPCL) seluas 1.030 Ha untuk menggantikan padi hibrida di lahan eksisting yang sampai saat ini belum bisa tanam di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan
Terus upaya khusus terkait dengan of farm dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) oleh brigade alsintan yang sudah dibentuk di Dinas Pertanian maupun yang sudah dimiliki oleh Kodim 0421/Lampung Selatan.
Pemanfaatan alsintan dan alokasinya sendiri selalu didievaluasi dan dikawal oleh Tim Upsus, jika di daerah kurang maka ditambahkan, bila sudah banyak maka mobilisasinya dioptimalkan agar tidak sampai mubazir.
"Prinsipnya tiada hari tanpa olah tanah, tanam dan panen. Semua upaya terus dilakukan dengan memperhatikan sumberdaya alam. Hal ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Direktur Perbenihan Kementan Mohammad Takdir Mulyadi yang juga sebagai penanggung jawab Upsus Provinsi Lampung.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.