nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg

Ricky Robiansyah, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 02:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 340 2079339 tni-al-gagalkan-penyelundupan-sabu-21-kg-ydoCAqY1dh.JPG Foto Istimewa

KARIMUN - Tim FIQR Lanal Tanjungbalai Karimun mengagalkan upaya penyeludupan narkotika jenis sabu- sabu seberat 21 Kilogram yang dibungkus kemasan teh cina dari negara Malaysia, pada Sabtu 13 Juli 2019.

Sabu- sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Tembilahan Indra Giri Hilir, Provinsi Riau. Namun, berhasil digagalkan di Perairan Karimun Anak, Kabupaten Karimun.

Danlantamal IV Laksamana Pertama, Arsyad Abdullah mengatakan, pengagalan penyeludupan Narkotika jenis sabu-sabu tersebut berawal dari informasi intelijen terkait adanya speedboat tanpa nama yang masuk perairan Indonesia.

"Dari informasi itu, Tim F1QR Lanal Karimun kemudian mendeteksi Speed Boat yang mencurigakan dan berupaya kabur dari pemeriksaan petugas di lapangan. Sempat terjadi kejar -kejaran sampai akhirnya berhasil diamankan sekira pukul 07.00 Wib," kata Arsyad Abdullah saat memimpin Press Rilis digelar di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Senin (15/7/2019).

 Sabu

Ia mengatakan, setelah berhasil diamankan, petugas menemukan satu orang tekong di atas speedboat itu. Tekong diketahui berinisial PI (31) itu beralasan akan mencari ikan dengan menunjukkan alat pancing di dalam boat miliknya.

"Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap material yang ada serta membongkar ujung haluan speedboat yang terlihat mencurigakan dan ditemukan narkoba jenis sabu- sabu sejumlah 21 bungkus dengan berat sekitar 21 Kilogram,"katanya.

Atas temuan itu, petugas selanjutnya membawa kapal beserta barang bukti menuju Makolanal Tanjungbalai Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Laksamana Pertama Arsyad menjelaskan dari hasil interogasi oelh petugas, PI mengaku bahwa barang tersebut dibawa dari Malaysia tujuan Tembilahan, Indragiri Hilir Provinsi Riau.

"Pengakuan pelaku ia diupah Rp200 Juta dan dibayar setelah berhasil menyeludupkan narkoba ke Tembilahan,"katanya.

 sabu

Pelaku PI diketahui telah 2 kali pernah menyeludupkan narkoba, dan upaya ketiga berhasil digagalkan oleh lanal Tanjungbalai Karimun. "Sudah dua kali menyeludupkan. Sebelumnya sabu sabu dari Tembilahan ke Pekanbaru," katanya.

Modus pelaku dalam menyeludupkan narkoba ini sangat rapi dengan menyamar sebagai nelayan dimana melengkapi speedboatnya dengan perlengkapan mencari ikan. Selain itu oknum di Malaysia menyediakan sarana kepada pelaku menyembunyikan narkoba di dalam badan speedboat yang diprees dengan viber seolah olah merupakan kesatuan dari badan speedboat tersebut.

Perbuatan pelaku yang diduga menyeludupkan narkotika jenis sabu- sabu seberat 21 kilogram dari Malaysia ke wilayah Indonesia ini melanggar UU RI nomor 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun.

"Proses lanjut penanganan tindak pidana ini akan kita limpahkan kepada BNNP Kepri," katanya.

Sementara itu, Pelaku PI diwawancarai usai Press Rilis mengatakan, dirinya dijanjikan upah sebesar Rp 200 juta. Sebelumnya, ia juga mengaku pernah menyeludupkan narkoba dari Tembilahan ke Pekanbaru sebanyak 2 kali.

"Ini yang ketiga kali. Yang pertama 7 kilogram dengan upah Rp5 juta, yang kedua 4 Kilogram dengan upah Rp4 juta. Sementara yang terakhir ini belum menerima upah dan dijanjikan Rp200 juta,"katanya.

Ia mengatakan, penyeludupan barang dari Malaysia baru kali ini dilakukan, sebelumnya ia hanya mengambil barang tersebut dengan sistem lempar dan diambil disebuah Sungai.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini