Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kementan: Progam Bekerja Berkontribusi Jaga Inflasi dan Turunkan Angka Kemiskinan

Kementan: Progam Bekerja Berkontribusi Jaga Inflasi dan Turunkan Angka Kemiskinan
Foto: dok.Kementan
A
A
A

Data terbaru, BPS merilis bahwa angka kemiskinan Indonesia pada Maret 2019 hanya 9,41 persen atau setara dengan 25,14 juta orang. Angka tersebut turun drastis dan signifikan hingga 9,41 persen dari angka awal periode September sebesar 9,66 persen.

BPS menyebut turunnya angka kemiskinan ini terjadi di wilayah kota dan desa. Angka di pedesaan jumlah turunnya jauh lebih cepat, yakni sekitar 0,25 persen. Sedangkan di kota turun 0,20 persen sejak periode September hingga Maret 2019. Meski begitu, masih ada disparitas yang cukup tinggi antara kemiskinan di kota dan desa. Masing-masing angkanya sebesar 6,69 dan 12,85 persen. Masih berdasarkan data BPS, rata-rata upah riil buruh tani di desa naik 0,93 persen. Sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) selalu berada di atas 100.

Berdasarkan data di atas, ujar Kariyasa, berarti daya beli petani semakin baik, dan kesejahteraan mereka semakin meningkat. Menurutnya, kemampuan pemerintah menjaga laju inflasi dan harga bahan pokok juga menjadi salah satu faktor angka kemiskinan menurun. Secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok antara lain ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, dan cabai merah mengalami penurunan. Inflasi periode September 2018 sampai Maret 2019 tercatat hanya sebesar 1,53 persen.

"Ketersediaan stok dan pengawalan rantai distribusi bahan pangan menjadi kunci pemerintah mampu menjaga inflasi. Kebijakan Kementan telah tepat sasaran, dan kami bersyukur masyarakat miskin pedesaan menurun cepat", tutup Kariyasa.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement