JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai unit kerjanya terus menggenjot program strategis yang berkaitan langsung dengan penurunan angka kemiskinan. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa menjelaskan bahwa program tersebut wujudnya bantuan langsung berupa paket ternak ayam kampung atau berupa kambing dan sayur mayur atau komoditas komersial lain yang bisa ditanam di lahan sempit pekarangan.
Paket bantuan ini, kata dia, diberikan kepada setiap Rumah Tangga Petani Miskin (RTM) untuk dikelola menjadi sumber pendapatan utama.
Selain Program Bekerja, Kementan juga mengenjot produksi pangan strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan produksi dalam negeri, termasuk membenahi rantai pasok dan distribusinya agar harga pangan tetap stabil sampai di tingkat konsumen.
"Ini penting dilakukan karena menurut data BPS tahun 2018, komponen makanan masih menyumbang sebesar 73,48% kepada pembentukan garis kemiskinan. Sementara sisanya 26,52% disumbang oleh komponen non-makanan," ujar Kariyasa.
Data yang sama juga menunjukan bahwa komoditas beras masih berpengaruh pada garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95 persen. Sedangkan pengaruh di garis kemiskinan di perdesaan mencapai 25,79 persen.
"Karena itu, kombinasi program peningkatan produksi pangan dalam negeri dan program Bekerja akan berdampak nyata pada pengurangan jumlah penduduk miskin, khususnya di perdesaan," katanya.