nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenaker: Angka Pengangguran 2019 Terendah Sejak Era Reformasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 20:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 16 1 2079788 kemnaker-angka-pengangguran-2019-terendah-sejak-era-reformasi-3iENJ9WgER.jpg Foto: dok.Humas Kemenaker

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut bahwa angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia untuk saat ini mengalami tren penurunan. Bahkan, untuk jumlah pengangguran saat ini berada di posisi terendah setelah era reformasi.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Bambang Satrio Lelono menjelaskan bahwa angka pengangguran memang masih didominasi lulusan SMK. Namun, angka itu turun dari empat tahun lalu yang tercatat 6.18 persen dan saat ini 5.01 persen.

"Ini angka pengangguran terendah sejak (era) reformasi. Jadi (setelah) 20 tahun angka sangat rendah," kata Bambang di acara FGD bertema 'Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi' di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Kemudian, Bambang menyatakan bahwa angka kemiskinan saat ini sebanyak sekitar 25 juga. Tetapi jumlah itu adalah angka terendah sejak Indonesia merdeka.

"Trennya menurun sudah di bawah 10 persen. Ini suatu prestasi ternyata angka kemiskinan ini terendah sejak Indonesia merdeka. Ini merupakan suatu progres positif bagi bangsa Indonesia," tutur Bambang.

Disisi lain, Bambang menuturkan tidak ada negara yang memasuki era globalisasi tanpa sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan. Menurutnya, itulah tantangan yang dihadapi oleh seluruh elemen.

"Kalau Indonesia ingin jadi negara maju , tantangannya adalah bagaimana Indonesia menyiapkan tenaga kerja terampil yang banyak dan merata mengingat wilayah Indonesia luas," tutur Bambang.

Bambang menjelaskan, Indonesia memiliki potensi menjadi negara yang mendapatkan peringkat ketujuh dengan pendapatan perekonomian di dunia apabila mampu menyiapkan 113 juta tenaga kerja yang terampil pada 2030.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini