nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa Bali Membuat Karyawan Kantor di Badung Panik Keluar Gedung

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 244 2079422 gempa-bali-membuat-karyawan-kantor-di-badung-panik-keluar-gedung-FLhAg6lXki.jpg Kerusakan bangunan di Ungasan, Bali, akibat gempa besar pada Selasa pagi. (Foto: Twitter @boengsoe_)

JAKARTA – Gempa besar berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang Provinsi Bali sekira pukul 08.19 Wita, Selasa (16/7/2019), sempat membuat sejumlah karyawan kantor panik hingga berlarian keluar gedung. Pasalnya, guncangan gempa tersebut cukup kencang dan dilaporkan dirasakan di seluruh wilayah Bali hingga Badung, Nusa Dua, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Jember, dan Lumajang.

Kepanikan karyawan kantor di Bali akibat gempa bahkan sampai menimbulkan dorong-dorongan ketika hendak menyelamatkan diri. Hal ini terutama dirasakan oleh mereka yang berada di bangunan bertingkat.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,0 Guncang Nusa Dua Bali 

"Iya tadi pas saat pagi briefing di kantor distributor, saya dan tim merasakan gempa, dan kita semua berlari keluar. Dari atas yang panik sehingga dorong-dorongan sih," ujar Diki, salah satu karyawan kantor di Badung, Bali, ketika dikonfirmasi Okezone.

Ia mengatakan guncangan gempa diketahui ketika melihat sejumlah barang di kantornya bergetar. Anehnya, lama-kelamaan getaran barang-barang tersebut semakin kencang. Baru di situlah mereka sadar sedang terjadi gempa.

"Awalnya hanya printer dan komputer goyang kecil, lama-lama berasa sampai meja dan bangunannya bergerak," ungkap Diki.

Baca juga: 7 Gempa Susulan Guncang Jembrana Pasca-Gempa Magnitudo 6,0 

Sebagaimana diberitakan, lokasi gempa bermagnitudo 6,0 itu berada di titik koordinat 9,11 lintang selatan dan 114,54 bujur timur.

Jarak gempa berada di 83 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali. Kedalamannya mencapai 68 km.

BMKG menegaskan gempa di Nusa Dua ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang serta tidak memercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini