Dia kembali menegaskan, meski hanya mengoperasikan enam unit container crane namun tidak akan mengganggu proses pelayanan. Bahkan, jika perlu jam pelayanan untuk aktovitas bongkar muat akan ditambah.

“Selama pelayanan menggunakan enam crane ini kami menjamin tidak ada delay layanan peti kemas, sehingga pada masyarakat luas terutama pengekspor, eksportir dari wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya tidak perlu khawatir,” tandasnya.
“Kami tetap melayani, dan akan memberikan beberapa strategi sehingga tidak ada keterlambatan kapal ataupun pemuatan container. Jadi secara teknis kami akan mengubah closing time yang sebelumnya jam 6 sore, akan kami hitung kembali seperti apa, agar seluruh kegiatan operasional tidak terganggu,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.