nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mabok Lem saat Jam Sekolah, 5 Siswa Ditangkap Warga

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 17 340 2080267 mabok-lem-saat-jam-sekolah-5-siswa-ditangkap-warga-Qe1a3D5ykk.jpg 5 Siswa yang diamankan petugas (foto: ist)

KOBAR - Kelakuan lima siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Pangkalan Lada, Kalimantan Tengah ini tak pantas ditiru. Tak masuk sekolah alias bolos justru digunakan untuk hal yang negatif, yakni mabuk lem “ngelem” di bekas pos polisi di Desa Runtu Kecamatan Pangkalan Lada, Rabu (17/7/2019) siang.

Kelimanya adalah, YG (13), ST (14), AD (14) warga Desa Runtu yang bwrsekolah di SMP Astra, AB (16) warga Desa Runtu siswa SMP Sumber Sarana dan MR (13) warga Desa Runtu yang sudah putus sekolah.

“Jadi kelima anak ini diamankan salah satu orangtua mereka dan warga Desa Runtu saat mereka mabok lem di bekas pos polisi di Desa Runtu pada Rabu siang sekitar pukul 10.00 WIB, kelima anak ini janjian bertemu di situ dan mabuk bersama, mereka juga tidak masuk sekolah,” ujar Penyidik PNS Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, M Lutfi, Rabu (17/7/2019).

Selanjutnya, warga menginterogasi siswa tersebut untuk menanyakan di mana membeli 1 kaleng lem merk Q Bond tersebut. “Dan anak tersebut menjawab sudah biasa membelinya di sebuah toko ssmbako di Desa Runtu yang juga menjual lem tersebut,” ujarnya.

 Penangkapan

Selanjutnya warga menyambangi toko tersebut untuk menanyakan kebenarannya. Dan benar bahwa pemilik toko tersebut seringkali menjual lem Q Bond kepada anak anak tersebut.

“Selanjutnya warga menghubungi kami dan kelima anak beserta penjual lem dan sejumlah barang bukti lem diangkut menuju Markas Satpol PP,” sambungnya.

Sementara itu, pengakuan penjual lem Q Bond, wanita MR (40) mengaku tak tahu menahu jika selama ini anak-anak yang membeli lem di tokonya tersebut untuk mabuk.

“Ya saya tidak tahu kalau mereka gunakan untuk ngelem. Saya tidak curiga sama sekali. Ya kadang belinya seminggu sekali kadang sebulan sekali,” aku MR di hadapan penyidik Satpol PP.

Ditempat yang sama, anak AD mengaku sudah kecanduan lem Q Bond sekira dua tahun. Dan dalam enam bulan terakhir selalu ngelem untuk mendapatkan efek “fly” dan seakan akan terbang.

Penangkapan

“Iya kami sudah kecanduan. Kalau tidak ngelem serasa tidak bisa berfikir yang indah indah. Karena kalau sudah ngelem kita serasa nikmat dan bisa membayangkan yang saya inginkan,” akunya saat diperiksa penyidik Satpol PP.

Dalam kasus ini, kelima anak ini akan dipanggil orangtuanya, kemudian akan dibina dibagian pembinaan Satpol PP.

“Kita panggil orangtuanya dan nanti akan kita minta surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi disaksikan orangtuanya. Untuk penjual lem MR saat ini masih kita periksa, jika terbukti melanggar perda akan kita tidak sesuai aturan,” ujar Lutfi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini