KOBAR - Kelakuan lima siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Pangkalan Lada, Kalimantan Tengah ini tak pantas ditiru. Tak masuk sekolah alias bolos justru digunakan untuk hal yang negatif, yakni mabuk lem “ngelem” di bekas pos polisi di Desa Runtu Kecamatan Pangkalan Lada, Rabu (17/7/2019) siang.
Kelimanya adalah, YG (13), ST (14), AD (14) warga Desa Runtu yang bwrsekolah di SMP Astra, AB (16) warga Desa Runtu siswa SMP Sumber Sarana dan MR (13) warga Desa Runtu yang sudah putus sekolah.
“Jadi kelima anak ini diamankan salah satu orangtua mereka dan warga Desa Runtu saat mereka mabok lem di bekas pos polisi di Desa Runtu pada Rabu siang sekitar pukul 10.00 WIB, kelima anak ini janjian bertemu di situ dan mabuk bersama, mereka juga tidak masuk sekolah,” ujar Penyidik PNS Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, M Lutfi, Rabu (17/7/2019).
Selanjutnya, warga menginterogasi siswa tersebut untuk menanyakan di mana membeli 1 kaleng lem merk Q Bond tersebut. “Dan anak tersebut menjawab sudah biasa membelinya di sebuah toko ssmbako di Desa Runtu yang juga menjual lem tersebut,” ujarnya.