Erick Thohir Sebut Jokowi Miliki Tim Internal untuk Bahas Kabinet Jilid II

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 17 Juli 2019 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 17 605 2080161 erick-thohir-sebut-jokowi-miliki-tim-internal-untuk-bahas-kabinet-jilid-ii-o6ovddhIyN.jpg Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menegaskan bahwa tak ada rapat penyusunan nama-nama menteri yang telah viral ke publik. Draf nama-nama menteri tersebut tertuang dalam risalah rapat yang berlangsung di Sentul City Internasional Convention Center, Bogor pada 14 Juli 2019 itu.

"Ada rapat tanggal 14 Juli pukul 21.00 WIB. Malam. Sekretarisnya Pak Pramono Anung. Pak Pram saja enggak datang. Dan kalau rekan-rekan wartawan ingat, beliau kan habis pidato, beliau langsung ke panggung sebelah yang ada concert Slank. Jadi rapat itu tidak pernah ada," kata Erik di Gedung Setneg, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Erik menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan berdiskusi dengan siapapun dalam menyusun Kabinet Kerja jilid II. Menurut dia, Jokowi telah mempunyai tim internal yang akan menyeleksi para pembantunya tersebut.

"Pasti beliau berdiskusi dengan pihak yang berkepentingan. Mungkin ada masukkan dari tim koalisi. Tapi pasti beliau punya tim sendiri. Yang di mana kan berbeda dengan 2014, ada istilah tim transisi. Kalau sekarang kan enggak transisi, orang beliau presidennya, melanjutkan kembali. Jadi saya rasa berbeda lah situasinya," paparnya.

Erick Thohir

Baca Juga: Viral Polantas Kebingungan Didebat Profesor Hukum, Warganet: Ambil Hikmahnya

Erick Thohir menerangkan, tugas TKN Jokowi-Ma'ruf telah berakhir setelah capres dan cawapres nomor urut 02 itu telah dinyatakan menang oleh KPU. "Kami sedang menunggu arahan beliau kapan TKN ini sudah bebas tugas. Mungkin setelah proses 14 Juli yang visi, ini yang sedang kami tunggu," ujarnya.

Erick juga tak secara rinci menolak atau menerima bila ditawarkan posisi menteri oleh Jokowi. Ia hanya menyebut dalam pemenangan petahana telah banyak orang-orang yang bekerja dan berperan.

"Banyak yang sudah berkeringat. Dan banyak figur bagus saya rasa bagus kalau memang mereka bisa membantu pemerintah. Dan terpenting bagaimana kabinet bisa kompak dan implementasikan," terangnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini