nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setengah Wilayah Venezuela Padam, Pemerintah Klaim Akibat Serangan Elektromagnetik

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 23 18 2082468 setengah-wilayah-venezuela-padam-pemerintah-klaim-akibat-serangan-elektromagnetik-1laxdsHx26.jpg Kota Caracas padam pada 22 Juli, di mana pemerintah Venezuela klaim ada serangan elektromagnetik. Foto/Reuters

CARACAS - Lebih dari separuh dari 23 negara bagian Venezuela padam pada Senin (3/7), lapor Reuters dan laporan di media sosial, pemadaman yang oleh pemerintah akibat serangan elektromagnetik.

Pada Maret 2019 sejumlah wilayah negara itu juga padam, dan pemerintah yang berkuasa menyalahkan menyalahkan oposisi dan Amerika Serikat atas serangkaian pemadaman listrik yang menyebabkan jutaan orang tak bisa mengakses air dan telekomunikasi.

Pemadaman ini memperburuk krisis ekonomi Venezuela.

Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemadaman pada Senin disebabkan oleh "serangan elektromagnetik," tanpa memberikan bukti. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang sedang dalam proses membangun kembali layanan.

Baca juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Sebut Biaya Pembunuhan Dirinya Capai Rp284 Juta

Baca juga: Perekonomian Venezuela Runtuh, Warga Kembali ke "Sistem Barter"

Listrik teraliri ke beberapa bagian negara, lokasi bendungan pembangkit listrik tenaga air Guri - sumber sebagian besar generasi Venezuela - tetapi padam lagi, menurut saksi Reuters. Sedangkan kota Caracas masih padam.

“Saya takut kita menghadapi pemadaman nasional lagi,” kata Maria Luisa Rivero, seorang pemilik bisnis berusia 45 tahun dari kota Valencia, di negara bagian Carabobo, mengutip Reuters, Selasa (23/7/2019).

“Hal pertama yang saya lakukan membekukan makanan saya sehingga tidak memburuk seperti yang terakhir kali terjadi di bulan Maret,” katanya.

Krisis ekonomi negara kaya minyak itu menyebabkan meluasnya kekurangan makanan dan obat-obatan, mendorong lebih dari 4 juta rakyat Venezuela meninggalkan negara itu.

Jaringan listrik nasional Venezuela telah rusak dan dana pemeliharaan tidak memadai, menurut oposisi dan pakar kekuatan.

"Pemadaman ini adalah bencana besar," kata petugas kebersihan berusia 51 tahun Bernardina Guerra, yang tinggal di Caracas. “Saya tinggal di bagian timur kota dan di sana lampu mati setiap hari. Setiap hari keadaannya lebih buruk. "

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini