JAKARTA - Pemuda harus dibentengi ideologi Pancasila yang kokoh, melek teknologi dan informasi. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin yang dikutip Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu.
"Supaya dapat juga berperan membangun narasi kebangsaan, keberagaman, dan cinta tanah air," kata Yaqut Cholil Qoumas mengutip perkataan Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin (23/7/2019).
Yaqut bersama sejumlah pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor berkunjung ke kediaman Ma'ruf Amin pada Senin sore.
Menurut Ma'ruf Amin, radikalisme agama menjadi pekerjaan rumah saat ini yang jika tidak dibendung akan mengancam keutuhan NKRI.
Ma'ruf Amin meminta NU, termasuk di dalamnya Ansor dan Banser, untuk dapat terus menjadi benteng NKRI, khususnya dalam mengadang masifnya paham radikalisme agama. "Ansor dapat menyiapkan konten dakwah tentang Islam yang ramah, dakwah yang teduh," ujar Yaqut menirukan pernyataan Ma'ruf Amin.
Jajaran PP GP Ansor menemui Ma'ruf Amin untuk meminta kesediaan mantan Rais Aam PBNU itu untuk hadir dan membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) VII GP Ansor yang akan diselenggarakan pada awal September mendatang sekaligus meminta izin menggunakan Pondok Pesantren Syekh Nawawi Al Bantani milik Ma'ruf Amin sebagai tempat kegiatan tersebut.
Baca Juga: Soal Kabinet Kerja Jilid II, M Nasir : Menteri Urusan Presiden
Baca Juga: Bertemu Surya Paloh, Cak Imin: Hanya Jaga Soliditas Koalisi
Menurut Yaqut, Ma'ruf Amin mendukung kegiatan kaderisasi tersebut, bahkan berpesan agar kaderisasi di lingkungan NU dan Ansor harus dilakukan secara berjenjang dan terarah.
Turut mendampingi Yaqut dalam kunjungan itu Sekjen GP Ansor Abdul Rochman, Bendahara Umum Zainal Abidin, Ruchman Basori (Ketua), Hasan Sagala (Ketua), Affan Rozi (Wasekjen), dan Wibowo Prasetyo (Infokom).
(Angkasa Yudhistira)