Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tingkatkan Produksi Jagung, Kementan Beri Bantuan Alsintan

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2019 |09:30 WIB
Tingkatkan Produksi Jagung, Kementan Beri Bantuan Alsintan
Foto: dok Kementan
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program pengembangan pertanian modern. Salah satunya dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk pertanian jagung.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, untuk para petani jagung, pihaknya mendistribusikan bantuan alat tanam jagung corn planter dorong dan corn planter implement. Pada 2018, bantuan kedua alat itu mencapai 10.437 unit atau senilai Rp 38,4 miliar.

Dia mengungkapkan, produksi jagung harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan akselerasi ekspor. Dengan bantuan Alsintan yang ada, Sarwo Edhy juga berharap petani lebih giat dan bersemangat dalam bercocok tanam.

"Saya mengharapkan petani semangat melakukan usaha tani dengan memproduksi pangan lokal, serta mencintai produk dalam negeri. Apalagi kami mengemban visi dan misi sebagai institusi pendukung Direktorat Jenderal Komoditas, khusus jagung," ungkap Sarwo Edhy, Senin (22/7).

Menurut Sarwo Edhy, produksi jagung di seluruh Indonesia yang mulai meningkat, khususnya di Kabupaten Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruan. “Pemerintah juga akan meningkatkan bantuan untuk petani jagung," kata Sarwo Edhy.

Bantuan Alsintan dari pemerintah salah satunya disalurkan kepada petani jagung di Lamongan, Jawa Timur. Nuril Huda, petani jagung asal Lamongan mengatakan, bantuan Alsintan yang didapatkan setahun lalu mulai terasa manfaatnya. Menurutnya, memanfaatkan alat mesin pertanian berpengaruh pada peningkatan jumlah produksi hingga dua kali lipat.

"Misalnya bantuan mesin pengolahan rotary dryer sebagai alat pengering di saat jagung dalam keadaan basah. Buat kami itu sangat membantu sekali karena permintaan peternak tidak mungkin bisa ditunda," kata Nuril.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement