Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tertipu Pacar Online, Wanita Ini Tampung Dana Pencurian Senilai Rp60 Miliar

ABC News , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2019 |13:53 WIB
Tertipu Pacar <i>Online</i>, Wanita Ini Tampung Dana Pencurian Senilai Rp60 Miliar
Ilustrasi Foto/Shutter Stock
A
A
A

QUEENSLAND - Seorang wanita asal Sunshine Coast di Queensland, Australia, menyerahkan data rekening banknya kepada "pacar online" yang mengaku berasal dari Amerika Serikat. Rekening itu belakangan dipakai untuk menampung dana hasil pencurian senilai AUD6 juta, atau sekitar Rp60 miliar.

Polisi setempat menjelaskan, wanita berusia 60 tahun itu mau saja mengikuti perintah "pacarnya" untuk mengambil AUD330 ribu, atau Rp3 miliar dari dana tersebut.

Menurut Detektif Daren Edwards, setelah mengambil uang tersebut, wanita ini kemudian membeli sebuah mobil baru seharga AUD134 ribu.

Setelah itu, katanya, wanita ini disuruh mentransfer AUD2 juta dari rekening tersebut kepada "pacarnya".

Baca juga: Tabrak Mobil Polisi, Pria Australia Ketahuan Bawa Narkoba Senilai Rp1,9 Triliun

Baca juga: Keluarga di Australia Tolak Bayar Pajak karena Tidak Sesuai Hukum Tuhan

Polisi menangkap wanita ini hari Selasa (23/7/2019). Dalam pemeriksaan, dia menjelaskan mulai berkenalan dengan "pacarnya" yang mengaku sebagai pria AS di situs kencan online 18 bulan lalu.

Selama "pacaran" itu, katanya, dia telah mengirimkan uangnya sendiri ke "pacarnya" senilai AUD100.000.

"Pacar" tersebut tidak lain adalah kelompok penipu yang berbasis di Afrika Selatan. Mereka memanfaatkan wanita Australia ini untuk dipakai rekeningnya menampung dana hasil kejahatan online.

Komplotan ini berhasil membobol sebuah perusahaan di Korea Selatan senilai AUD6 juta yang kemudian ditransfer ke rekening wanita Australia itu pada 11 Juni lalu.

Modus operandi komplotan penipu daring ini yaitu dengan meretas email perusahaan dan mengubah detail rekening bank pada transaksi yang telah disetujui.

Pihak berwajib dan bank berhasil menahan dana tersebut, namun tidak utuh lagi, yaitu tinggal AUD5,7 juta.

Detektif Edwards menjelaskan, wanita itu telah melepaskan hak kepemilikan atas mobil yang baru dia beli, sehingga barang bukti itu kini disita polisi.

Wanita itu mengaku, saat "berkencan" dia diperlihatkan SIM dan paspor AS dari "pacarnya". Dia, katanya, bahkan melakukan percakapan online mereka.

Ketika polisi mendengarkan bukti rekaman itu, Detektif Edwards langsung memastikan, "pacar" tersebut jelas-jelas bukan orang AS, dari logat bahasa Inggrisnya.

Dia mengatakan, seharusnya orang jangan gampang tertipu dalam berinteraksi dengan seseorang di luar negeri melalui situs kencan.

"Ini jelas suatu kebodohan," kata Detektif Edwards.

"Jika Anda mengirim satu dolar kepada seseorang tanpa bisa memastikan mereka itu nyata atau tidak, tanpa bisa bertemu langsung, jelas Anda sedang menuju bencana," tambahnya.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement