nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Telat Bayar Cicilan, Sopir Taksi Online Dikeroyok 5 Debt Collector

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 05:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 25 340 2083262 telat-bayar-cicilan-sopir-taksi-online-dikeroyok-5-debt-collector-zm7FnAEo80.jpg Polisi tangkap lima debt collector yang menganiaya seorang sopir taksi online, Ajang (Foto: Ade Putra)

PONTIANAK - Kekerasan dari debt collector terhadap konsumen atau debitur yang pembayaran angsuran kreditnya macet kembali terjadi. Seperti di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa 23 Juli 2019.

Seorang debitur bernama Ajang, menjadi target para debt collector atau orang yang ditugaskan sebagai penagih angsuran itu. Bahkan, Ajang dianiaya oleh debt collector dan mobilnya dirampas.

Jagad maya dihebohkan dengan rekaman video aksi kasar sejumlah debt collector yang terjadi di depan Royal Gardenia (tak jauh dari Hotel Aston), Jalan Terminal Hijas, Kecamatan Pontianak Selatan itu sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: KY Desak Polres Jakpus Segera Limpahkan Berkas Kasus Pengacara Tomy Winata 

Atas dasar penganiayaan dan pengeroyokan itu, warga Jalan Beringin, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota ini membuat laporan ke Polresta Pontianak.

Kepada polisi, pria 39 tahun itu mengaku dianiaya dan dikeroyok serta mobil yang tunggakannya macet ditarik atau disita secara paksa. Tak menunggu lama, malam itu juga anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak berhasil mengamankan lima pemburu debitur macet yang juga biasa disebut si Mata Elang itu.

Ilustrasi

Mereka adalah Beni Aryadi (28), Randi Agustandi (29), Dani Sugianto (47), Deni Purnanda (42), yang berdomisili di Kecamatan Pontianak Barat dan M. Daud (33) yang berdomisili di Kabupaten Kubu Raya.

Kasat Reskrim melalui Kanit 1 Harda Sat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu Sagi menjelaskan, kejadian berawal saat Ajang membeli mobil Daihatsu Sigra secara kredit melalui salah satu leasing.

Angsuran mobil warna putih bernomor polisi KB 1801 SN itu sudah berjalan selama 14 bulan pembayaran. Namun, pembayaran pada Juni dan Juli sempat macet alias menunggak dua bulan.

Baca Juga: Disiksa Selama Tiga Hari, Bocah di Boyolali Tewas di Tangan Ibunya Sendiri

Karena itulah, sejumlah debt collector melakukan pengintaian sebelum penarikan unit yang selama ini dipakai Ajang untuk taksi online.

"Awalnya para pelaku ini mendatangi dan menggedor kaca mobil korban. Saat itu kebetulan korban berada di dalam mobil. Namun korban tidak membukanya dan tidak mau turun dari mobil. Kemudian korban pergi hingga diikuti. Sampailah berhenti di Jalan Terminal Hijas," ujar Sagi di Polresta Pontianak, Rabu 24 Juli 2019.

Setiba di jalan tersebut, lanjut Sagi, para debt collector menarik mobil secara paksa alias perampasan. Dengan cara, pelaku memegang tangan dan kaki Ajang. Sehingga, dia tidak bisa melakukan perlawanan. Kemudian, salah satu pelaku mengambil kunci mobil berada di saku celana Ajang.

"Setelah berhasil mengambil kunci mobil, pelaku langsung membawa mobil itu dan segera diserahkan ke pihak leasing," ujar Sagi.

Dari aksi kelima pelaku ini, membuat Ajang mengalami rasa sakit pada leher dan tangan kanannya. Atas kerugian dari kejadian ini, Ajang membuat laporan ke Polresta Pontianak untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Setelah mendapatkan laporan itu, anggota Jatanras langsung melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Malam itu juga, anggota Jatanras berhasil mengamankan Dani Sugianto saat berada di gudang leasing di Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

"Kemudian, dilakukan interogasi awal. Dani Sugianto mengakui telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan sesuai laporan polisi (LP) bersama empat orang rekan kerjanya," ujarnya.

Dari keterangan itu, empat pelaku lainnya berhasil diciduk dan dibawa ke Polresta Pontianak untuk penyidikan lebih lanjut. "Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan," ujarnya.

Saat ini, kelima pelaku masih ditahan di rumah tahanan Polresta Pontianak. Penyidik juga masih mengembangkan kasus ini untuk mencari fakta-fakta baru. Apalagi beredar informasi di lapangan bahwa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan lebih dari lima orang.

Warga memberikan apresiasi terhadap kesigapan anggota Jatanras menangkap pelaku. Hal ini membuat Polresta Pontianak dibanjiri pujian dari masyarakat.

"Bravo Polri, khususnya Polresta Pontianak yang telah menangkap dan menetapkan tersangka pengeroyokan terhadap debitur. Ini patut diapresiasi," ucap Muhammad Merza Berliandy.

Mimi, sapaan akrab pria ini berharap, pelaku kriminal semacam itu dapat ditindak tegas sama halnya dengan pelaku penganiayaan dan pengeroyokan lainnya.

Terlebih berharap agar kepala atau ketua debt collector yang terlibat dalam kasus ini segera ditetapkan juga sebagai tersangka. Karena dia memberikan perintah. "Kami berharap ini terus diproses. Agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Agar kita melek hukum," ujar Mimi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini