Warga Puerto Rico Rayakan Mundurnya Gubernur Ricardo Rossello yang Homofobia dan Misoginis

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 26 Juli 2019 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 18 2083893 warga-puerto-rico-rayakan-mundurnya-gubernur-ricardo-rossello-yang-homofobia-dan-misogonis-9iSdfUFuRW.jpg Penyanyi Ricky Martin merayakan mundurnya Gubernur Puerto Rico Ricardo Rosello. Foto/AFP

SAN JUAN - Warga Puerto Rico melambaikan bendera dan menari-nari sambil memukul drum pada Kamis (25/7) merayakan pengunduran diri gubernur Ricardo Rossello, yang terlibat dalam skandal homofobia dan misoginis (membenci wanita-red).

Ricardo Rossello mengumumkan pengunduran dirinya melalui Facebook, bahwa ia akan mengundurkan diri pada 2 Agustus

Pengumuman yang ditulis Rossello pada Kamis itu mengakhiri dua minggu protes rakyat terhadap pemimpin berusia 40 tahun itu.

Foto/Reuters

Rossello akan digantikan oleh menteri kehakiman Wanda Vazquez, yang dianggap dekat dengan gubernur.

Baca juga: Siarkan Program Anti LGBT, Stasiun TV Muslim Terancam Dilarang Tayang

Baca juga: Polisi Malaysia: Video Seks Sesama Jenis yang Libatkan Menteri Kabinet Asli

Puerto Rico merupakan negara persemakmuran yang berada di bawah naungan Amerika Serikat, dan terletak di sebelah timur Republik Dominika di Karibia.

"Kami telah menyelamatkan pulau kami," kata penyanyi Ricky Martin, yang gay, mengutip AFP, Jumat (26/7/2019).

"Kami menuntut rasa hormat dan kami didengar. Dan kami melakukannya dengan damai. Tanpa senjata, seperti Gandhi," kata dia, yang telah menjadi pemimpin gerakan protes, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Instagram.

Foto/Reuters

Martin meminta warga Puerto Rico untuk merayakan tetapi memperingatkan mereka untuk tetap waspada menjaga mata tetap terbuka.

"Sekarang kita perlu bekerja lebih keras dari sebelumnya. Kita berhasil hari ini karena kita bersatu," kata Martin.

Foto/Reuters

Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Puerto Rico berjanji untuk mengundurkan diri sebelum akhir masa jabatannya.

Demonstrasi dimulai pada 13 Juli, ketika Center for Investigative Journalism merilis 889 halaman berisi obrolan aplikasi pesan Telegram, di mana Rossello dan 11 anggota administrasi pria lainnya mengolok-olok wanita, gay, korban Badai Maria pada tahun 2017.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini