"Jadi airnya hanya ngitir, bahkan sering mati. Jadi mau tidak mau ngambil air ke desa lain," katanya.
Krisis air bersih juga mulai dialami warga di Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari. Sekretaris Desa (Sekdes) Watubonang, Darmadi menuturkan ada dua dukuh di wilayahnya yang mulai mengalami krisis air bersih, yakni Dukuh Watulumbung dan Tengklik. Sedangkan wilayah lainnya masih aman.
"Air sumur warga di dua dukuh itu sudah kering. Mereka juga sudah mencari sumber air ke sumur-sumur yang masih ada airnya," katanya.
Camat Tawangsari Joko Windarto menyebut daerah rawan krisis air bersih tersebar di dua desa, yakni Desa Pundungrejo dan Desa Watubonang. Hal ini lantaran secara geografis kondisinya berupa perbukitan dan berada di daerah padas.
"Di Pundungrejo ada 1.224 KK dan Watubonang 2.000 KK yang rawan terdampak kekeringan berupa krisis air bersih," katanya.
(Qur'anul Hidayat)