nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dicekoki Miras, Anak di Bawah Umur Disodomi Kuli Bangunan

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 13:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 26 519 2083791 dicekoki-miras-anak-di-bawah-umur-disodomi-kuli-bangunan-UyLsUrK3S0.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MALANG - Akibat tak bisa mengendalikan hasrat seksualnya, Ahmad Muhsin (36) warga Desa Langlang, Singosari, Kabupaten Malang, nekat mencabuli seorang bocah di bawah umur berinisial RM (16).

Wakapolres Malang Kompol Anggun Dedy Sisworo menjelaskan, pelaku dengan korban sebelumnya sudah saling mengenal lantaran RM yang notabene warga Jalan Teluk Cendrawasih, Blimbing, Kota Malang, kerap kali membersihkan kandang ayam dan mencuci daging bersama kakak kandungnya di dekat rumah pelaku.

"Keduanya ini saling kenal. Sebelum melakukan aksinya pelaku membeli sebuah botol miras dan 2 sachet minuman berenergi kuku bima. Kemudian pelaku memaksa korbannya meminum usai membersihkan kadang ayam di wilayah Karangploso," jelas Kompol Anggun Dedy Sisworo, Jumat (26/7/2019).

sodomi

Anggun menambahkan, pelaku yang berprofesi sebagai kuli bangunan melakukan perbuatannya di sebuah rumah kosong di Desa Kasin, Karangploso, Kabupaten Malang pada Sabtu 20 Juli 2019, usai korbannya mencuci dan membersihkan ayam.

"Setelah dipaksa minum, AM ini menyodomi korbannya dan diancam dibunuh. Merasa terancam korban terpaksa menuruti pelaku. Puas hasrat seksualnya tersalurkan pelaku mengancam korban untuk tidak melapor ke siapapun, kalau lapor akan dibunuh," lanjutnya.

Selain diancam dibunuh, pelaku juga menjanjikan uang Rp50 ribu di kemudian hari bila bertemu supaya tak melaporkan perbuatan bejatnya.

"RM ini akhirnya menceritakan kepada kakaknya sehingga keduanya mencari pelaku. Namun pelaku sudah kabur dan melaporkan ke kami," terangnya.

 sodomi

Kepolisian sendiri akhirnya berhasil mengamankan pelaku pada Minggu 21 Juli 2019 dari tempat persembunyiannya.

"Tersangka diduga mengalami penyimpangan seksual. Ini kami masih periksa psikologis lebih lanjutnya. Kami libatkan psikiater untuk pemeriksaan lanjutannya," tukasnya.

Pelaku sendiri terancam dijerat dengan Undang - Undang Perlindungan anak nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman paling tidak hukuman 6 tahun penjara. Pelaku dijerat dengan Pasal 82 juncto Pasal 73 E Undang - Undang perlindungan anak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini