Saat ini BPBD akan membuat jalur evakuasi bekerjasama dengan OPD-OPD lain karena BPBD sifatnya berkoordinasikan seperti dengan pihak kecamatan dan desa, mereka punya anggaran membangun jalan-jalan desa jalan lingkungan.
“Kita dalam rapat forum SKPD kita sampaikan agar mereka juga berorientasi terhadap bencana jadi membangun jalan-jalan lingkungan itu supaya tegak lurus dengan pantai menuju ke bukit agar bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur evakuasi,” paparnya.
Kemudian juga sektor pertanian ada juga membangun jalan usaha tani, jalan produksi kalau dia berada dekat dengan pantai Novriadi harapkan tegak lurus dengan pantai mengarah ke bukit disamping masyarakat memanfaatkan sebagai sarana produksi.
Lalu Kelompok Siaga Bencana (KSB) rata-rata setiap desa sudah memiliki namun ada yang aktif ada yang tidak melaluhi kegiatan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke VI se Sumatera Barat yang diadakan di Mentawai ini untuk menyegarkan kembali, ada perwakilan KSB-KSB dari desa-desa mereka akan disegarkan kembali yang sudah terbentuk itu baru 9 desa tanguh bencana.
“Kegiatanhya lebih banyak edukasi pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan simulasi evakuasi mandiri karena investasi yang paling besar adalah penyadaran masyarakat ketika masyarakat kita siap siaga, pengetahuan kebencanaan lebih baik itu akan meminimalkan korban saat bencana terjadi,” terangnya.
Namun kendala yang dihadapi BPBD Mentawai adalah akses karena Mentawai itu kepulauan, akses sangat berat terutama pantai barat, kemudian BPBD tidak punya struktur disetiap kecamatan apalagi di desa.
“Ke depan kita bicarakan dengan pimpinan bagaimana Satgas PB yang dulu pernah dibentuk di setiapkecamatan ada 10 orang itu diaktifkan kembali dan mereka diberikan penghargaan atau insentif uang BBMnya biar mereka bisa Tim Reaksi Cepat (TRC) karena kita tidak punya UPT atau cabang ketika terjadi bencana mereka dulu yang memberikan informasi,” ujarnya.
Kemudian masalah pangan ketika terjadi bencana stok pangan masyarakat dalam bentuk apa jumlahnya berapa, itu yang perlu dihitung lagi.
“Solusi lain adalah berupaya kembali mandiri pangan tapi pangan lokal seperti sagu, keladi, pisang untuk di tanam di deaerah lokasi pengungsian sehingga setiap desa sudah ada stok pangan hidup, ketika terjadi bencana bisa mengkonsumsi itu selama tiga hari sebelum bantuan itu datang, ini yang akan program kembali,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.