Sementara Wakil Wali Kota Solo, Ahmad Purnomo mengatakan, meskipun dirinya memang menyodorkan data yang didapat dari dinas pertengahan pada pihak DSKS, namun bukan berarti bisa segera menutup warung penjualan daging anjing.
Tetapi pihak Pemkot pun harus mendengarkan suara-suara dari masyarakat. Sehingga, dari hasil musyawarah tersebut, keputusan yang akan dikeluarkan tersebut benar-benar sudah matang.
"Gini, memang data kita sudah komplit semuannya. Tentang jumlah pedagangnya, tentang berapa ekor yang dipotong setiap harinya. Tapikan tidak bisa serta merta menutup. Kita pun harus berembug (musyawarah) dulu. Seperti apa suara dari daerah lain, suara dari masyarakat seperti apa. Jadi keputusan yang diambil, benar-benar sudah matang,"terang Ahmad Purnomo.
Baca Juga: Wonogiri Ajak Karanganyar dan Solo Rumuskan Kebijakan Setop Warung Olahan Daging Anjing
Langkah ini,ungkap Ahmad Purnomo untuk menghindari kemungkinan adannya gejolak terhadap keputusan yang diputuskan Pemkot.
"Sayakan Sifatnya memberikan masukan pada beliau (Walikota). Tapi apa yang dilakukan dinas (memberikan data penjualan daging anjing) sudah sudah luar biasa, datanya sudah komplit. Tapi harus diambil jalan tengahnya agar tidak terjadi gejolak," ucap dia.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.