“Oh enggak mention sana sini buat laporan aja saya. Bukan buat nyudutin buat laporin aja,” kata Hendra.
Sebelumnya, akun Twitter @hendralm telah mengungkap temuan jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) di media sosial Facebook. Posting-an @hendralm sempat ramai dan di-retweet hingga puluhan ribu kali.
"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila.," cuit @hendralm
(Edi Hidayat)