Samsu menambahkan, banyak warganya yang mengambil air di sumber-sumber mata air bahkan di parit untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu terpaksa dilakukan karena sumur mereka sudah tidak kering.
"Warga itu pakai sumur bor, tapi kan kering. Jadi mereka cari sumber air terdekat," tambah Samsu.

Tidak hanya itu, lahan pertanian milik warga seluas sekitar 200 hektare juga mengalami kekeringan hingga gagal panen karena keringnya saluran air irigasi yang berasal dari aliran Sungai Cipamingkis.
"Pertanian juga mengalami gagal panen karena kekeringan," ungkapnya.