Jokowi Dinilai Sudah Siapkan Posisi Strategis untuk Gerindra

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 605 2086436 jokowi-dinilai-sudah-siapkan-posisi-strategis-untuk-gerindra-ggiqACSHnr.jpg Prabowo dan Jokowi di MRT (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan posisi khusus untuk Partai Gerindra bila bergabung dalam koalisi pemerintahannya.

Menurut dia, posisi pimpinan MPR hingga jabatan strategis di Kabinet Kerja jilid II akan ditempati kader partai besutan Prabowo Subianto itu guna membangun bersama Indonesia.

"Yang santer, mereka (Gerindra) digadangkan (akan menduduki) Menteri BUMN, Menteri Pertanian, hingga pimpinam MPR. Itu kan gosip yang tak lahir dalam ruang hampa," kata Adi kepada Okezone, Kamis (1/8/2019).

Adi mengatakan bahwa selama ini elit politik menganggap publik tak tahu apa-apa soal peluang merapatnya Gerindra ke pemerintah. Padahal, lanjut dia, publik telah memperkirakan Gerindra akan merapat ke pemerintah usai pertemuan Megawati dan Prabowo di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu.

 Ilustrasi

Sedangkan, kubu Gondangdia yang dimotori Nasdem tersirat menyatakan penolakan masuknya Gerindra usai adanya pertemuan Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di waktu bersamaan antara pertemuan Megawati-Prabowo.

Baca juga: Gerindra Berpeluang Masuk Koalisi, NasDem: Kalau Semua Gabung Bisa Otoriter!

Sebelumnya, Surya Paloh juga melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, dan Plt Ketum PPP Suarso Manorfa.

Baca juga: Peluang Gerindra Gabung Koalisi Tergantung Jokowi dan Megawati

"Karena begini jangan maknai publik itu nggak tahu apa-apa. Dengan yang terjadi di Teuku Umar karena setiap pembicaraan elit itu dalam waktu sekejab juga bisa bocor," terangnya.

Dosen politik jebolan UIN Jakarta itu menambahkan bahwa sehebat apapun elite membohingi publik maka akan terjawab dengan sendirinya karena publik telah cerdas dalam berpolitik dan melihat realitas politik Indonesia.

"Jadi sehebat apapun elite ngeles jangan sampai membohongi publik yang sudah cerdas. Karena publik ini intim dengan medsos, media mainstream yang setiap saat memberikan informasi yang objektif. Media mainstreamkan nggak mungkin ngibul," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini