BEKASI - Kondisi pilu tengah dirasakan nelayan dan petambak di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, limbah Pertamina yang mencemari laut Muaragembong, berdampak pada menurunnya hasil tangkapan laut dan hasil tambak.
Sedikitnya ada 3 desa yang terdampak pencemaran limbah Pertamina, yakni Desa Pantai Bahagia, Pantai Bakti dan Pantai Sederhana. Pencemaran diduga akibat kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE), pada Jumat 12 Juli 2019 lalu.
Pendapatan sehari-hari para nelayan pun kian berkurang pasca pencemaran limbah. Nelayan di Desa Pantai Bahagia misalnya, yang hasil tangkapannya terus menurun drastis. Hal ini disebabkan banyak ikan dan biota laut lainnya yang mati akibat tercemar limbah.
"Kalau biasanya tangkapan ikan, udang, rajungan dan cumi bisa 6-7 kilogram per hari. Karena terdampak limbah, hasil tangkapan ikan nelayan hanya 1 kilogram per hari, karena banyak ikan yang mati," kata Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno di Bekasi, Sabtu (3/8/2019).

Baca Juga: 7 Pulau di Kepulauan Seribu Tercemar Tumpahan Minyak Pertamina
Begitu pula dengan nasib para petambak ikan dan udang di desa tersebut, yang turut mengalami kerugian akibat banyak benih yang mati terkena limbah.
"Limbah Pertamina sampai ke pinggir laut, sehingga tambak yang mengandalkan air pinggir laut, secara otomatis kena dampak juga. Bibit benih udang para petambak di desa itu banyak yang mati, karena dampak limbah Pertamina," jelasnya.