Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Arahan Presiden Jokowi soal Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 06 Agustus 2019 |16:52 WIB
Arahan Presiden Jokowi soal Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar
Foto: Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
A
A
A

Menurut  PresidenJokowi, jika dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah hotspot karhutla tahun 2019 turun tapi dibanding tahun 2018 angkat hotspot naik. “Hal ini tidak boleh terjadi. Harusnya turun tiap tahun dan tidak boleh naik,” lanjut Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa seluruh pihak jangan meremehkan hotspot, “Kita semua harus waspada. Utamakan pencegahan, jangan sampai api membesar. Saat api muncul harus segera padamkan,”sambungnya.

Untuk itu Presiden meminta semua pihak untuk memprioritaskan patroli terpadu dan deteksi dini, penataan ekosistem gambut agar gambut tetap basah, membuat embung tahan kemarau, upaya waterbombing, hingga penegakan hukum. Presiden menjelaskan bahwa penegakan hukum harus dijalankan agar memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran.

“Aturan main di tahun 2015 masih berlaku. Jadi kepada Panglima TNI dan Kapolri, saya ingatkan lagi. Copot jajarannya yang tidak bisa menangani karhutla. Semua Kapolda, Pangdam, harus bisa mengatasi masalah karhutla. Tolong pemda, gubernur, bupati, walikota untuk di-back up, dibantu juga dengan Pemerintah Pusat. Sehingga api sekecil apapun segera padamkan dan jangan ada kebakaran yang besar di wilayahnya,” tegas Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong agar masyarakat merubah mindset dalam membuka lahan, “Pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) harus dioptimalisasikan. Tidak ada cara lain. Kita harus beralih dari cara tradisional ke modern,”ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement