TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan berperang dengan Iran adalah ibu dari semua perang, katanya saat berpidato pada Selasa (6/8/2019) yang disiarkan langsung di TV pemerintah.
Ia juga memperingatkan pengiriman menggunakan kapal tanker di Selat Hormuz mungkin tidak aman.
Ketegangan meningkat antara Iran dan Barat sejak tahun lalu ketika Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian internasional yang mengekang program nuklir iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
"Damai dengan Iran adalah ibu dari semua perdamaian, perang dengan Iran adalah ibu dari semua perang," kata Rouhani di Kementerian Luar Negeri dalam pidato yang juga memuji Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya pada 31 Juli .

Rouhani menekankan jika Amerika Serikat ingin bernegosiasi dengan Iran maka mereka harus mencabut semua sanksi, mengizinkan Iran untuk mengekspor minyak.
Baca juga: Presiden Rouhani: Iran Bersedia Negosiasi dengan Amerika Serikat tapi Bukan untuk Menyerah
Baca juga: Amerika Serikat Sanksi Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

Menyulut kekhawatiran perang Timur Tengah dengan reaksi global, Iran menyita kapal tanker Inggris Stena Impero di dekat Selat Hormuz pada Juli karena dugaan pelanggaran laut.
Dua minggu sebelumnya pasukan Inggris menangkap sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Gibraltar yang dituduh melanggar sanksi terhadap Suriah.
"Selat untuk selat. Tidak mungkin Selat Hormuz gratis untuk Anda dan Selat Gibraltar tidak gratis untuk kita," kata Rouhani.
Sekitar seperlima dari lalu lintas minyak dunia melewati Selat Hormuz yang strategis.
Pada hari Minggu, Pengawal Garda Revolusi Iran Iran menangkap sebuah kapal tanker minyak Irak di Teluk yang mereka katakan menyelundupkan bahan bakar dan menahan tujuh awak, media pemerintah Iran melaporkan.
(Rachmat Fahzry)