Selanjutnya, di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, dibangun satu unit shelter. Pembangunan shelter InaTEWS tersebut merupakan anggaran dari Kementerian Kemaritiman yang diserahkan ke BMKG.
Bangunan shelter, ujar Litman, secara keseluruhan menggunakan lahan dari pemerintah dan swasta. Bangunan setiap shelter tersebut berukuran 4x4 meter. Selain Seismograf, nantinya di shelter juga terdapat satu unit antena parabola.
''Pembangunan shelter InaTEWS di Bengkulu akan di bangunan tahun ini (2019). Saat ini sedang dalam proses. Ditargetkan pada November 2019, bangunan serta perlengkapan dan peralatan sudah siap,'' kata Litman, saat ditemui okezone, Selasa (6/8/2019).
Tidak hanya shelter, lanjut Litman, BMKG juga akan memasang satu unit kamera Closed-circuit television (CCTV) pemantau gelombang tsunami di kabupaten Mukomuko. Persisnya di areal pos TNI-AL Mukomuko.
Alat seismograf maupun CCTV yang terpasang tersebut, kata Litman, terkoneksi dengan BMKG Pusat, baik Siesmograf maupun CCTV. Hal tersebut untuk mengetahui secara langsung ketika gempa yang berdampak tsunami melanda di wilayah Mukomuko.
''Satu CCTV dipasang di daerah Mukomuko. CCTV itu untuk memantau ketika gempa berpotensi tsunami terjadi di Mukomuko,'' ujar Litman.
Ancaman bencana alam, gempa bumi berpotensi tsunami juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Di mana, Pemprov Bengkulu telah siap siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi di Bengkulu, khususnya gempa bumi.