nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mbah Moen, Solo dan Daging Kambing

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 16:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 06 512 2088493 mbah-moen-solo-dan-daging-kambing-eBjOAKFNrN.jpg KH Maimoen Zubair.

SOLO - Wafatnya Kiai Haji Maimoen Zubair (Mbah Moen) tak hanya menyisahkan duka bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), tapi juga bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ulama kharismatik itu menjadi panutan bagi masyarakat karena tekadnya yang kuat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Atas kecintaan Mbah Moen terhadap NKRI itulah Ketua Nahdlatul Ulama Solo, Mashuri meminta jenazah Mbah Moen dimakamkan di Tanah Air. Meskipun, pihak keluarga telah memutuskan Mbah Moen tetap dimakamkan di Tanah Suci, Makkah.

"Jika Beliau dimakamkan di Tanah Suci kami akan merasa kehilangan. Jika dimakamkan di sini kan bisa selalu ziarah. Terus terang kami kehilangan sosok Mbah Moen. Tutur kata Beliau selalu menyejukkan, Beliau selalu berpesan bahwa NU harus selalu menjaga NKRI," kata Mashuri kepada wartawan, Selasa (6/8/2019).

Ada satu memori yang selalu akan dikenang oleh Mashuri terhadap sosok Mbah Moen. Di mana, setiap kali datang ke Solo, Mbah Moen selalu minta dimasakkan daging kambing. Termasuk saat kunjungan terakhir Mbah Moen ke Kota Solo, masakan daging kambing juga telah dipesannya.

Kiai Karismatik Mbah Moen Tutup Usia di Tanah Suci Makkah

"Mbah Moen luar biasa. Meski usiannya sudah mencapai 90 tahun, Beliau minta disediakan daging kambing. Biasannya di atas usia 50 tahunan, orang sudah takut mengkonsumsi daging kambing. Tapi Mbah Moen justru kebalikan. Setiap ke Solo, selalu minta daging kambing,"ujar Mashuri yang mengatakan Mbah Moen semasa hidupnya lima kali ke Solo.

Rencananya, malam ini warga NU akan menggelar salat gaib di kantor PCNU Solo untuk Mbah Moen.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini