Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Texas Permudah Kepemilikan Senjata di Masjid dan Gereja Usai Penembakan di El Paso

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 07 Agustus 2019 |11:38 WIB
Texas Permudah Kepemilikan Senjata di Masjid dan Gereja Usai Penembakan di El Paso
Foto: Reuters.
A
A
A

HOUSTON – Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS) memperkenalkan undang-undang baru yang memperlonggar kepemilikan senjata menyusul insiden penembakan massal di El Paso yang menewaskan 22 orang dan melukai 24 lainnya. Undang-undang baru tersebut akan mulai berlaku pada 10 September mendatang.

Meskipun undang-undang senjata Texas sudah menjadi yang paling longgar di AS, undang-undang baru itu akan membuat kepemilikan senjata di tempat-tempat ibadah seperti gereja, masjid dan sinagoga menjadi lebih mudah, begitu juga dengan bangunan seperti apartemen, rumah asuh dan sekolah-sekolah umum. Undang-undang baru itu disahkan selama sesi terakhir Legislatif Texas, yang berakhir pada Juni.

BACA JUGA: Korban Tewas Penembakan Massal di Texas Bertambah Jadi 22 Orang, Trump Rencanakan Kunjungan

"Mereka yang memiliki niat jahat akan melanggar hukum dan melakukan tindakan keji mereka tanpa peduli apa pun," kata Anggota Parlemen Negara Bagian Donna Campbell dalam sebuah pernyataan mengenai RUU yang menghapus larangan kepemilikan senjata api di "gereja, sinagog atau tempat-tempat lain ibadah" yang sebelumnya berlaku di Texas, sebagaimana dilansir Sputnik, Rabu (7/8/2019).

RUU lain yang disahkan baru-baru ini akan memungkinkan karyawan distrik sekolah dan pengunjung lain di kampus sekolah untuk menyimpan senjata api di kendaraan yang terkunci, mengizinkan orang tua asuh memiliki senjata api "dalam tempat yang aman dan terlindungi... untuk tujuan perlindungan pribadi" dan "membatasi kemampuan kotamadya" untuk membatasi penjualan senjata di tingkat kota melalui peraturan zonasi.

Langkah-langkah itu mendapat kecaman dari organisasi pengontrol senjata. Organisasi Everytown mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa RUU zonasi "adalah upaya untuk menghukum pejabat setempat yang mengambil langkah-langkah untuk mencegah kekerasan senjata."

BACA JUGA: Sedikitnya 10 Orang Diduga Tewas dalam Penembakan Massal di Ohio

Pada Sabtu pekan lalu, warga AS dikejutkan oleh dua kasus penembakan massal yang terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan. Sebanyak 22 orang tewas dan 24 lainnya cedera setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan pada seorang pejalan kaki di sebuah Walmart di El Paso, Texas, sementara seorang pria bersenjata lain menyerang orang-orang di Dayton, Ohio pada malam harinya, menewaskan sembilan orang dan melukai 26 lainnya.

Pihak berwenang memperlakukan pasangan insiden itu sebagai aksi terorisme domestik.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah termasuk Mahkamah Agung dan Biro Penyelidik Federal (FBI) melakukan berbagai upaya untuk mencegah insiden-insiden penembakan massal yang sering terjadi di AS.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement