Ketakutan terhadap vaksin dengue menyebabkan anjloknya tingkat imunisasi di Filipina terkait dengan sejumah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, demikian sebutkan para pejabat tahun lalu.
Kekalahan ini terkait dengan Dengvaxia, vaksin pertama di dunia untuk melawan demam berdarah, karena 14 orang anak meninggal dari lebih 800.000 yang disuntik pada tahun 2016-2017.
Sanofi, pengembang vaksin dari Prancis dan sejumlah ahli lokal mengatakan tidak ada klaim yang mengaitkan belasan kematian dengan obat itu.
Demam berdarah terjadi pada lebih dari 400 juta orang setiap tahun di dunia, sebagian besar di daerah tropis atau sub-tropis. Terjadi infeksi yang parah terjadi pada anak-anak.
Gejalanya adalah deman, rasa sakit di belakang mata dan bintik merah. Berbagai hal ini biasanya muncul sekitar empat sampai sepuluh hari setelah infeksi dan menghilang dalam waktu sekitar satu minggu.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.