Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 7 Agustus: Puncak Perlawanan Rakyat Padang ke Belanda hingga Berdirinya AJI

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 07 Agustus 2019 |07:54 WIB
Peristiwa 7 Agustus: Puncak Perlawanan Rakyat Padang ke Belanda hingga Berdirinya AJI
Aliansi Jurnalis Independen
A
A
A

Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada pada masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.

Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syariat Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir".

3. Hari Lahir AJI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) didirikan oleh sejumlah jurnalis dan aktivis pers. Pada 7 Agustus 1994, sekitar 100 jurnalis dan kolumnis berkumpul di Sirnagalih, Bogor, Jawa Barat mendeklarasikan AJI lewat penandatanganan "Deklarasi Sirnagalih".

AJI lahir sebagai perlawanan komunitas pers di Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rezim Orde Baru. Pemerintah yang dikendalikan Suharto membelenggu pers.

 suharto

Suharto (Wikipedia)

Majalah Detik, Tempo, Editor dibredel pemerintah pada 21 Juni 1994 karena kritis terhadap penguasa. Pemerintah Suharto mengontrol ketat pers dan menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai satu-satunya organisasi pers.

AJI lahir juga sebagai perlawanan karena PWI saat itu dianggap menjadi alat kepentingan Soeharto untuk mengontrol pers dan tidak betul-betul memperjuangkan kepentingan jurnalis.

Masa Orde Baru, AJI masuk dalam daftar organisasi terlarang. Punggawanya pun harus melakukan operasi bawah tanah menjalankan organisasi.

Tiga anggota AJI yaitu Ahmad Taufik, Eko Maryadi dan Danang Kukuh Wardoyo ditangkap aparat dan dipenjara. Tapi itu justru membuat perlawanan makin menjadi-jadi hingga terjadi demonstrasi.

AJI diterima secara resmi menjadi anggota IFJ, organisasi jurnalis terbesar dan paling berpengaruh di dunia yang bermarkas di Brussels, Belgia, pada 18 Oktober 1995

Setelah Suharto tumbang di tangan rakyat, pers mulai bebas dan bertumbuhlah banyak media.

AJI terus berkembang dan kini tetap konsen memperjuangkan kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalis, upah layak pekerja media, serta melakukan advokasi.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement