Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Duga Transaksi Suap Impor Bawang Putih Melalui Money Changer

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |17:43 WIB
KPK Duga Transaksi Suap Impor Bawang Putih Melalui <i>Money Changer</i>
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Arie Dwi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra diamankan terkait rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga terlibat dalam suap rencana impor bawang putih.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ada dugaan Nyoman menerima sejumlah uang suap rencana impor bawang putih dari transaksi yang dilakukan melalui money changer.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti termasuk diantaranya bukti transaksi perbankan yang diduga menggunakan Money Changer,” kata Febri di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan,Kamis (8/8/2019).

Apalagi, sambubg Febri, KPK juga menemukan bukti transfer senilai Rp 2 miliar. Tak hanya itu tim penyidik juga menemukan uang dalam bentuk pecahan dolar Amerika Serikat dari salah satu pihak yang diamankan dalam OTT.

Gedung KPK.

“Ada uang dalam mata uang asing dolar Amerika yang juga kami amankan dari salah satu pihak yang diamankan kemarin malam,” ujarnya.

Baca juga: OTT Terkait Impor Bawang Putih, KPK Sita Bukti Dugaan Suap Rp2 Miliar

Sebagaimana diketahui, KPK mengamankan anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra. Politikus PDI Perjuangan itu terjaring dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap rencana impor bawang putih. Total ada 12 orang yang terciduk dalam operasi itu.

Mereka terdiri dari unsur pengusaha importir, sopir, orang kepercayaan anggota DPR RI dan anggota DPR Komisi VI. Saat ini mereka sedang diperiksa oleh penyidik. KPK akan mengumumkannya ke publik nanti dalam konferensi pers.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement