“Latihan ini merupakan bagian dari upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) serta meningkatkan fungsi komunikasi, koordinasi, dan komando. Diharapkan dengan adanya latihan ini, para personel di Bandara Internasional Lombok dapat menpertajam kemampuannya dalam menghadapi keadaan darurat sesuai tugasnya masing-masing,” jelas General Manager Bandara Internasional Lombok Nugroho Jati.
"PKD kali ini memiliki tantangan tersendiri karena salah satu latihan dilakukan pada malam hari untuk meningkatkan kesigapan personil menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu. Latihan ini menjadi bukti komitmen kami yang senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam memberikan pelayanan jasa kepada para pengguna bandar udara. Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat," imbuh Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose.
Setiap dua tahun sekali, setiap bandara yang dikelola Angkasa Pura I melaksanakan latihan PKD. Simulasi penanggulangan keadaan darurat di Bandara Internasional Lombok ini merupakan latihan PKD ke-3 yang diadakan oleh Angkasa Pura I di tahun 2019. Sebelumnya, latihan PKD telah diadakan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Setelah di Bandara Internasional Lombok, PKD akan digelar di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada bulan September 2019.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.