nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran Hutan & Lahan di Jambi Mencapai 357 Hektare

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 15:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 340 2089880 kebakaran-hutan-lahan-di-jambi-mencapai-357-hektare-sWnOIMrJj3.jpg ilustrasi

JAMBI - Gubernur Jambi Fachrori Umar mengungkapkan, berdasarkan informasi Badan Meteorology, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pantauan sensor Modis (satelit Terra Aqua dan Suomi NPP) pada tahun 2019 ini, periode Januari hingga 2 Agustus 2019 terpantau 271 titik hot spot dengan lahan yang terbakar 247,21 hektar.

Namun, mamasuki tanggal 4 Agustus 2019 bertambah menjadi 357,01 hektare.

"Ini mencerminkan ancaman karhutla masih ada, terlebih sekarang ini sedang musim kemarau. Dengan kondisi banyak lahan yang mengalami kekeringan dan mudah terbakar, serta semakin sulitnya sumber-sumber air untuk kebutuhan pemadaman api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya di Apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2019, di Lapangan Makorem 042/Garuda Putih, Kota Jambi, Kamis 8 Agustus 2019.

Menurut Gubernur, paradigma penanggulangan bencana sudah berubah, dari responsif yang menitikberatkan penanganan saat telah terjadi bencana, menjadi preventif yang menitikberatkan penanganan sebelum terjadinya bencana.

Gubernur Jambi Fachrori Umar

Untuk mendukung paradigma tersebut, sambungnya, BNPB berinisiatif membentuk Satgas Gabungan Karhutla yang melibatkan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Satgas Pengendalian Karhutla ini nantinya akan ditempatkan di 150 desa/kelurahan rawan kebakaran hutan dan lahan. Penentuan lokasi desa/kelurahan untuk penempatan Satgas merupakan hasil kesepakatan bersama TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota saat rapat persiapan pada tanggal 29 Juli 2019 lalu,” kata Fachrori.

Karena itu, Gubernur berharap, Satgas Karhutla ini dapat bekerja dengan baik, efektif, dan efisien, fokus pada upaya pecegahan karhutla bukan pemadaman. "Walaupun demikian, tindakan pemadaman harus tetap dilakukan apabila terjadi karhutla,” tuturnya.

Baca Juga: 770 Polisi Siap Amankan Perayaan Idul Adha di Bandung

Baca Juga: Ini Motif Pria Beranak 5 Bunuh Siswi SMK lalu Mayatnya Diseret ke Kebun

Dia menambahkan, meneruskan amanat Presiden Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Lahan hari Selasa, 6 Agustus 2019, meminta kesungguhan dan totalitas semua pemangku kepentingan dan pihak terkait.

“Komitmen, koordinasi, dan sinergi kita semua sangat dibutuhkan utuk mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Fachrori.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini