JAKARTA - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, melakukan terobosan baru dengan mengajak berdiskusi dan bertukar informasi lapangan dengan berbagai pihak, untuk bersinergi, mendorong akselerasi ekspor komoditas pangan, sesuai arahan Presiden dan mentan Andi Amran Sulaiman.
Diskusi tersebut dihadiri seluruh pejabat lingkup tanaman pangan dan juga unit kerja yang berkaitan dengan ekspor di lingkup Kementan. Di samping itu, hadir juga Ketua Kadin Bidang Pangan, Sekjend Dewan Jagung Nasional, eksportir dan Direktur Amerika II dari Kementerian Luar Negeri.
Suwandi menjelaskan, periode Januari hingga Juni 2019, ekspor produk pangan mencapai 15.000 ton ata senilai Rp170 miliar. Sedikitnya ada 10 komuditas yang diekspor, di antaranya beras, beras ketan, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, talas, dan tanaman pangan lainnya. Sementara negara tujuannya ke-29 negara di antaranya Hong Kong, Singapura, Australia, Amerika, Italia, China, Thailand, Filipina, Malaysia, India, dan Pakistan.
Dan diskusi yang melibatkan banyak pihak tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekspor di periode selanjutnya. "Lewat diskusi ini, kita dapat memetakan potensi dan memfasilitasi eksportir serta membimbing petani untuk dapat memenuhi kualitas produksi yang diinginkan eksportir," terang Suwandi.
Mentan Andi Amran Sulaiman, sambungnya, memerintahkan pihaknya untuk mendampingi eksportir dan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan eksportir. Mulai dari dukungan administrasi kepabeanan, sarana pendukung seperti ware house, hingga volume komoditas yang diinginkan.