Sementara itu, Direktur Amerika II Kemenlu, Darianto Harsono, menjelaskan bahwa Indonesia sangat berpeluang menjadi pemain utama untuk memasok bahan pangan ke wilayah Amerika Selatan dan wilayah Karibia. Kunjungan Presiden Argentina ke Indonesia beberapa waktu lalu, berperan besar membuka kran ekspor produk pertanian Indonesia ke wilayah tersebut.
"Khususnya untuk produk pangan organik yang sangat diminati warga Amerika Selatan. Masyarakat di sana peduli akan kesehatan. Dan kita bisa menawarkan produk pertanian dengan kemasan healty food. Itu berpeluang sangat besar," ujar Darianto dalam konferensi pers usai diskusi tersebut.
Selain wilayah Amerika Selatan dan Karibia, Indonesia berpotensi menjadi pemasok produk pertanian di negara-negara lain. Indonesia sendiri memiliki perwakilan di 132 negara, dan Kemenlu terus mendorong dan mengoptimalkan seluruh potensi untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian.
"Dalam 3 tahun terakhir data menunjukkan peningkatan yang signifikan dan ini akan kita dorong terus, dengan menampilkan produk pertanian berlabel healty," tegasnya.
Sedangkan Asosiasi Eksportir dan Kadin, sangat mengapresiasi kegiatan diskusi membangun Sinergitas dan Akselerasi Ekspor Produk Pangan yang digagas oleh Ditjen Tanaman Pangan. Dengan diskusi tersebut, pelaku pertanian semangat untuk menggenjot produksi.