nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkomitmen Atasi Masalah Sampah Plastik, Unilever Lakukan Upaya dari Hulu ke Hilir

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 15:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 13 1 2091378 berkomitmen-atasi-masalah-sampah-plastik-unilever-lakukan-upaya-dari-hulu-ke-hilir-Qg7EhgWvMy.jpg Ilustrasi sampah (Foto: Pexels)

JAKARTA – PT Unilever berkomitmen ikut serta menyelesaikan persoalan sampah plastik di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan sampah kemasan plastik sekali pakai yang lazim digunakan dalam industri FMCG. Perusahaan multinasional inipun sudah memiliki upaya strategis untuk membukti komitmen mereka.

“Upaya-upaya tersebut kami lakukan mulai dari hulu, tengah, sampai hilir dari rantai bisnis kami. Upaya ini merupakan realisasi dari strategi Unilever secara global yaitu USLP (Unilever Sustainable Living Plan) untuk terus menumbuhkan bisnis seraya mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dalam operasi bisnis kami,” demikian tertulis dalam rilis resmi perusahaan yang diterima Okezone di Jakarta.

Di bagian hulu, PT Unilever mengubah kemasan produk secara bertahap ke bahan daur ulang atau yang dapat dijadikan kompos. Targetnya, seluruh kemasan produk PT Unilever sudah menggunakan bahan daur ulang di tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, PT Unilever menerapkan tiga kerangka kerja, yakni less plastics (mengurangi plastic), better plastic (plastik yang lebih baik), dan no plastics (tanpa plastik).

Sejauh ini, beberapa produk PT Unilever sudah mengalami pengurangan penggunaan plastik, satu di antaranya adalah Rinso. PT Unilever mengoptimalkan kemasan sachet, dan hasilnya mampu mengurangi penggunaan plastik sebanyak 120 ton di tahun 2018.

“Ke depan kami telah merencanakan upaya lain, di antaranya mengubah bentuk kemasan, baik wadah maupun tutupnya. Kemudian mengoptimalkan ukuran kemasan (ketebalan, ketinggian), sehingga hanya menggunakan plastik sesuai yang diperlukan. Lalu menggunakan teknologi, semacam foaming, untuk mengurangi berat suatu kemasan.”

Di rantai tengah, PT Unilever melakukan edukasi “bijak menggunakan plastik” lewat program-program di 12.000 sekolah. Kemudian melakukan edukasi pemilahan sampah di level rumah tangga yang sudah berlangsung sejak 2001. Dan sejak 2008, program tersebut ditingkatkan dengan mengenalkan program bank sampah berbasis komunitas. Hingga saat ini sejumlah 2.816-unit bank sampah telah kami bangun di seluruh Indonesia dan telah mengurangi sebanyak 7.779-ton sampah non-organik.

Di rantai paling ujung (hilir) atau downstream, yaitu rantai saat kemasan produk PT Unilever dibuang. Perusahaan telah mengeluarkan investasi besdar agar bisa memanfaatkan kembali kemasan yang sudah dipakai menjadi bahan kemasan baru. Salah satunya melalui inovasi Teknologi CreaSolv® – teknologi pertama di dunia yang bisa mendaur ulang sampah kemasan plastik yang berlapis-lapis (sachet dan pouch) menjadi kemasan yang baru.

PT Unilever pun bekerjasama dengan pemerintah dan industri untuk mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular untuk kemasan plastik, salah satunya melalui program Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE).

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini