Menurut undang-undang Tunisia, memiliki catatan kriminal tidak membuat seseorang dilarang mengikuti pemilihan presiden.
“Fakta bahwa saya gay tidak mengubah apa pun. Ini adalah pencalonan seperti yang lainnya, 'kata Baatour sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (13/8/2019).
"Saya memiliki program ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan untuk segala sesuatu yang memengaruhi warga Tunisia dalam kehidupan sehari-hari mereka," tambahnya.
Bulan lalu sebuah petisi menentang pencalonannya telah ditandatangani oleh banyak organisasi untuk hak-hak lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks dan queer.
“Kami berpikir bahwa Baatour tidak hanya mewakili ancaman tetapi juga bahaya besar bagi komunitas kami,” demikian isi petisi tersebut.