nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemarau Panjang, Ratusan Warga di Jambi Bersama TNI-Polri Gelar Salat Istisqa

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 15:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 340 2091846 kemarau-panjang-ratusan-warga-di-jambi-bersama-tni-polri-gelar-salat-istisqa-ieszUKuPEr.jpg (Foto: Azhari Sultan/Okezone)

JAMBI - Musim kemarau dan kekeringan yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi diprediksi bakal berlangsung lama. Bahkan, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih bisa terjadi. Hal ini membuat masyarakat Jambi mulai menjerit karena sulitnya mendapatkan air bersih.

Untuk itu, Kodim 0415/Batanghari beserta pihak kepolisian dan ratusan warga se-Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi menggelar Salat Istisqa untuk meminta turun hujan, di lapangan bola Desa Sipin Teluk Duren, Rabu (14/8/2019).

Menurut Dandim 0415/Batanghari, Letkol Inf Widi Rahman, tujuan digelarnya Salat Istisqa ini untuk meminta kepada Allah agar diturunkan hujan sehingga masyarakat tidak lagi merasakan kemarau dan kekeringan seperti saat ini.

"Saya berharap, masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakarnya. Ancaman pidananya sangat berat paling lama 10 tahun atau denda Rp3 miliar," ujar Widi.

Foto: Azhari S/Okezone

Salat Istisqa yang diimami oleh H Fathullah Al Hafizd dan khatib Ustadz Asnawi Al Hafidz dipadati ratusan warga bersama TNI dan Polri. Dalam khutbahnya, Asnawi menyampaikan datangnya musim kemarau dan kekeringan adalah bentuk ujian.

"Perbanyaklah instrospeksi, lantaran kita selalu banyak melakukan dosa dan kesalahan sehingga kita harus banyak beristighfar. Sesungguhnya Allah yang mempunyai segala kekuasaan di dunia," kata dia.

"Kita berharap, dalam waktu dekat ini kita tidak lagi merasakan kemarau dan kekeringan lagi, khususnya di Kabupaten Muarojambi dan umumnya Provinsi Jambi," ujar Asnawi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini