nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akui Langgar Aturan Etik, PM Kanada Justin Trudeau Tolak Minta Maaf

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 15 18 2092245 akui-langgar-aturan-etik-pm-kanada-justin-trudeau-tolak-minta-maaf-AKWKiFXHL2.jpg Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

OTTAWA – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau pada Rabu mengatakan bahwa dia menerima laporan dari sebuah badan pengawas bahwa dia melanggar aturan etik dengan berusaha mempengaruhi sebuah kasus hukum sebuah korporasi. Namun, Trudeau menolak untuk meminta maaf, mengatakan bahwa dia berusaha mempertahankan pekerjaan bagi warga Kanada.

Komisaris Etika Independen, Mario Dion mengatakan bahwa Trudeau dan timnya tahun lalu berusaha untuk mempengaruhi keputusan jaksa federal yang menyatakan perusahaan konstruksi SNC-Lavalin Group Inc. harus menghadapi pengadilan korupsi.

BACA JUGA: Tak Percaya Cara Pemerintah Atasi Skandal Suap, Menteri Keuangan Kanada Berhenti

Penilaian setebal 58 halaman yang diajukan Dion itu dapat merusak peluang Trudeau untuk mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan umum pada Oktober.

“Saya sepenuhnya menerima laporan ini ... Saya bertanggung jawab penuh. Kesepakatan berhenti dengan perdana menteri," kata Trudeau, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (15/8/2019). Trudeau menambahkan bahwa dia tetap tidak setuju dengan beberapa kesimpulan Dion.

Skandal terkait SNC-Lavalin, menjadi sorotan besar pada awal Februari, menghancurkan citra Trudeau sebagai seorang pemuda yang progresif di pucuk pimpinan pemerintahan yang telah bersumpah untuk terbuka dan transparan. Dia adalah perdana menteri Kanada pertama yang ditemukan melanggar peraturan etika federal.

SNC-Lavalin, yang merupakan penyedia lapangan kerja besar di Provinsi Quebec yang penting secara politis, ingin memanfaatkan undang-undang tahun 2018 yang memungkinkannya lolos dengan denda daripada dituntut karena menyuap pejabat di Libya.

Trudeau mengakui bahwa tahun lalu dia berusaha membujuk mantan Menteri Kehakiman Jody Wilson-Raybould untuk mempertimbangkan kembali keputusan jaksa penuntut untuk melanjutkan persidangan.

“Apa yang kami lakukan selama setahun terakhir tidak cukup baik. Tetapi pada saat yang sama saya tidak dapat meminta maaf karena membela pekerjaan untuk warga Kanada," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi di Niagara-on-the-Lake, Ontario.

Masalah ini menandai titik terendah dari hampir empat tahun masa jabatan Trudeau dan mendorong pengunduran diri dua menteri kabinet wanita terkemuka, pembantu terdekatnya, Gerry Butts, dan kepala birokrasi federal.

BACA JUGA: PM Kanada Soroti Pelanggaran HAM dalam Pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB

Kasus ini terbukti merugikan secara politik dan Partai Liberal Trudeau tertinggal di belakang oposisi Konservatif selama beberapa bulan dalam jajak pendapat sebelum pemilihan, meski jajak pendapat terbaru memperlihatkan situasi mulai kembali berbalik.

Laporan Dion menandai kedua kalinya Trudeau menentang aturan konflik kepentingan. Pada Desember 2017, mantan Komisaris Etika, Mary Dawson mengatakan Trudeau bertindak salah dengan menerima liburan di pulau pribadi Aga Khan.

Pada kesempatan itu, Trudeau meminta maaf.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini