DEPOK - Sejumlah spanduk sindiran atau satire terkait pemutaran lagu di lampu merah menjadi polemik setelah Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad mengaku ada unsur politik di dalamnya.
Berbagai spekulasi pun bermunculan, bahkan Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo (HTA) menilai spanduk itu sebagai langkah manuver politik sang Wali Kota untuk meraih popularitas dalam mendongkrak suara di Pilkada 2020 mendatang.
"Kan bisa aja itu atas seizin pak wali untuk pasang demi meningkatkan popularitas seolah-olah dizalimi atau apalah, pendapat saya bisa benar atau bahkan bisa salah," kata Hendrik kepada Okezone, Kamis (15/8/2018).
Masalah siapa pemasang spanduk itu, Hendrik pun mengaku belum ada yang klaim siapa yang bertanggungjawab. Untuk itu Wali Kota Idris tak perlu Baper (Bawa Perasaan) menyikapi kritikan yang tertuang di dalam spanduk.
Baca Juga: Spanduk Sindiran Pasang Lagu di Lampu Merah Berbau Politik Jelang Pilkada
"Kalau saya lihat dan baca isi spanduk itu masih wajar-wajar aja, jadi gak perlu disikapi sampai melebar ke mana-mana, kan malah bisa bikin pak Wali makin dikenal, hitung-hitung kampanye gratis, jadi ya be wise," pungkasnya.
Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad mengaku munculnya kritikan dan sindiran yang datang kepada dirinya kental berbau unsur politik, hal itu terjadi karena suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok belakangan ini sudah mulai terasa, sehingga tensi perpolitikan mulai meningkat secara perlahan.