JAKARTA - Partai Gerindra mendukung usulan penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) jadi berjumlah 10 orang. Partai besutan Prabowo Subianto itu memandang, komposisi seperti itu masih normal.
“Kalau Pak Prabowo malah secara prinsip sangat mendukung bahwa ini kan lembaga permusyawaratan. Kan kalau enggak salah pernah kan pimpinan semua fraksi. Jadi saya pikir normal, ini yang dalam pandangan beliau,” kata Waketum Gerindra, Edhy Prabowo di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).
Menurut Edhy, adanya 10 pimpinan di MPR bakal mewakili semua kepentingan fraksi partai yang ada di parlemen. Sehingga tinggal mengatur saja bagaimana aturan mainnya.
“Karena mewakili semua kepentingan di berapa itu, ada 9 fraksi plus 1 DPD, berarti kan 10. Ya tinggal saja diatur aturan mainnya,” ujar dia.
Lebih lanjut Edhy menuturkan, alasan Prabowo mendukung wacana tersebut karena Indonesia adalah negara besar. Sehingga alangkah baiknya setiap wilayah bisa memiliki keterwakilan di parlemen.

“Ini pandangan dari Pak Prabowo tentang MPR yang disampaikan ke partai. Tapi secara prinsip, ya memutuskan kan di floor, DPD apakah setuju, fraksi-fraksi yang lain setuju, itu kan tergantung. Sebab kenapa, MPR kan lembaga permusyawaratan,” tuturnya.
Sebelumnya, Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay mengusulkan pimpinan MPR berjumlah 10 orang. Usulan itu ditujukan agar mendinginkan perebutan kursi pimpinan MPR antarparpol.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.